SUKSES: Ny Hj Aini Fuad Anwar (tiga dari kanan) dari Yasayasan Ponpes Jati Agung Al Qodiry menerima sertifikat dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim usai seminar memberantas bullying di sekolah dalam rangka Jatim Ramah Anak . (ist)

Surabaya|duta.co- Harlah XII Ponpes Jati Agung Al Qodiry Wage Taman, Sidoarjo ternyata diisi dengan sejumlah kegiatan yang antisipatip.
Kegiatan Harlah XII diawali dengan plogging. Plogging adalah jogging plus cleaning. Plogging adalah gabungan dari bahasa Swedia “plocka upp” yang artinya mengambil dan joging. Kegiatan plogging pada dasarnya sama dengan joging, tetapi disertai dengan kegiatan memungut sampah. Bukan hanya badan saja yang menjadi sehat, tetapi lingkungan pun juga menjadi sehat dengan kegiatan ini.
Kegiatan yang tidak hanya menyehatkan badan, tapi juga menyehatkan lingkungan tersebut diikuti ratusan siswa di lingkungan Ponpes Jati Agung.
“ Kegiatan plogging sengaja kami gelar untuk kepentingan kedepan, agar terbiasa dengan kebersihan sambil berolah rag, jadi para santri diajari dengan kebiasan bersih sekaligus sehat, “tegas Drs KH Fuad Anwar MSi, Ketua Yayasan Ponpes Jati Agung Al Qodiry, kepada duta.co, Rabu (26/6).
Mantan Sekretaris PWNU Jatim ini menambahkan, harlah tahun ini bersifat istimewa karena berisi rangkaian acara yang temanya antisipatif.
Karena sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, maka santri santri Jati Agung turun ke jalan melakukan kegiatan plogging ini.
Usai Plogging, siangnya digelar seminar dan talk show dengan tema memberanatas bullying di sekolah dalam rangka Jatim Ramah Anak dengan menghadirkan pembicara Drs Priyono Adi Nugroho M Sosio dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim.
Kiai Fuad menjelaskan santri juga harus paham seluk belum perundungan (bully), apalagi saat ini juga cenderung dibarengi kekerasan. Apalagi saat ini body shaming atau mengomentari kekurangan dari fisik orang lain sama kejamnya dengan perundungan.
“ Kami juga sengaja mengambil tema ini, agar para santri juga ikut berpatisipasi dan menyuskseskan program Jatim Ramah Anak. Dan Alhamadulillah, para siswa sekolah di lingkungan Ponpes Jati Agung antusias mengikuti seminar,” beber Kiai Fuad.
Acara harlah ditutup dengan pengajian di malam harinya dengan menghadirkan KH Ma’ruf Khozin, dari Aswaja Center PWNU Jatim. (mha)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.