Kondisi santri yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. (FT/IST)

PASURUAN | duta.co – Kesunyian di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes), Kamis (10/1/2019), dinihari, gempar. Pasalnya, salah satu santri diketahui bernama Wahyu (15), asal Dusun Dawuhan RT 24, RW 07, Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo ditemukan meninggal dengan cara tak wajar, yakni tergantung pakai sarung, tepatnya di pintu loker di dekat kamar yang korban tempati.

Karuan saja Ponpes Darul Ulum yang berada di Dusun Sumurwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, santrinya jadi panik. Bahkan pengasuh sempat kaget, lantaran korban yang dikenal pendiam ini, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, hingga mengeluarkan darah segar melalui hidungnya. Saat itu juga kejadiannya dilaporkan ke Mapolsek Nguling oleh pihak Ponpes.

Petugas dari Polsek Nguling bersama tim tim Forensik dari Polres Pasuruan Kota mendatangi ke lokasi dan langsung menggelar olah TKP. Korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara, Porong, untuk dilakukan otopsi, sekaligus untuk mengetahui penyebab kematian santri itu. Tak hanya itu, polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi termasuk para santri yang dekat dengan korban sebelum ditemukan tewas.

Kasat Reskrim Polres Kota, AKP Slamet Santoso saat dikonfirmasi membenarkan, saat ini masih dilakukan otopsi tim medis. “Kita akan dalami penyebab kematian korban. Apakah karena bunuh diri atau ada unsur lain. Namun saat ditemukan di TKP, pada diri korban tidak ada luka atau bekas penganiayaan. Untuk darah yang keluar dari hidung, dugaan akibat patahan leher yang tertarik tali,” terang dia. (dul)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.