JAKARTA | duta.co – Amunisi pasangan capres – cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus bertambah banyak. Karena itu, Prabowo-Sandi yakin pada Januari 2019 bisa menyalip elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019.

Setelah mendapat dukungan dari Ikatan Guru Mengaji DKI Jakarta, kini para ibu-ibu yang mengajar mengaji Al Quran juga mendukung Prabowo-Sandi. Sandiaga Uno mendapat curhatan dari ibu-ibu bernama Wiwi saat meresmikan Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi. Wiwi curhat pada Sandi dan meminta bantuan tambahan gaji Rp 500 ribu.
Wiwi mengatakan dia berprofesi sebagai guru ngaji dengan gaji pas-pasan. Ia meminta bantuan agar mendapatkan tambahan gaji Rp 500 ribu. “Yang terhormat Bapak Sandi semoga naik jadi Wakil Presiden. Amin. Boleh nggak saya curhat sebentar? Sedikit saja. Saya kan guru ngaji umum, saya ngajarin Alhamdulillah orang-orang kecil jadi gajinya nggak begitu gede,” kata Wiwi kepada Sandi di Ciledug Raya, Petukangan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2018).
Mendengar hal tersebut, Sandiaga mengajak Wiwi maju ke depan. Sekali lagi Wiwi mengaku meminta bantuan gaji Rp 500 ribu sebulan. “Saya guru ngaji saya pengin dibantu sebulan Rp 500 ribu juga nggak apa-apa,” lanjut Wiwi.
Mendengar hal tersebut Sandiaga langsung menanyakan berapa penghasilan Wiwi sebulan. Lalu dijawab menurut Wiwi Rp 800 ribu sebulan, jumlah tersebut dinilainya kurang. “Kalau pengeluarannya sebulan?” tanya Sandi.
“Ya nggak keluar. Hanya untuk biaya makan, penginnya susu, Pak,” jawab Wiwi.
Mendengar hal tersebut Sandiaga meminta anggota DPRD Provinsi DKI Lucky Sastrawiria yang hadir mengadukannya pada Lurah Pesanggrahan. “Oh, jadi minta dibantu pemerintah. Bukannya kita nanti, dulu kalau saya turun ke sini camat ada walikota ada, kita punya bantuan untuk guru ngaji bu. Nanti lewat Pak Haji Lucky tanggung jawab nih DPRD, laporin ke pak Lurah bahwa guru ngaji itu penting banget, karena pendidikan ke depan itu guru guru, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” kata Sandi.
“DPRD jangan jalan-jalan mulu kunker, makanya kerja. Kasihan Pak Anies itu jomblo DPRD-nya jalan-jalan mulu. Insyaallah-Insyaallah karena kita ingin ke depan anak-anak muda kita belajar ngaji dengan generasi muda ber-akhlakul karimah,” kata Sandiaga.
Sebelumnya Ikatan Guru Mengaji juga mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sandiaga mengapresiasi dukungan itu, dan berjanji akan menyejaterahkan guru bila terpilih sebagai presiden dan wakil presiden nantinya.
“Kita terima kasih, dan apresiasi pertama. Kedua Pak Prabowo dan Bang Sandi ingin meningkatkan kesejahteraan guru ngaji di Indonesia karena ini masalah ekonomi,” kata Sandi di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10).
Dia menambahkan, peningkatan kesejahteraan guru ngaji sesuai dengan misi perbaikan ekonomi Prabowo-Sandi. Maka dari itu, Sandi ingin sungguh-sungguh meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Insya Allah guru ngaji ke depan kita akan tingkatkan kesejahteraannya,” ucapnya.
Meski para guru ngaji itu memberikan dukungan politik, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut mengingatkan supaya para guru ngaji fokus mengajarkan masyarakat mengaji. “Saya ingatkan tugas ibu-ibu mengajar masyarakat untuk baca Al Quran sebanyak-banyaknya. Jadi tugas utama mengajar ngaji, kalau Pilpres nomor dua,” imbuh Sandi. (hud/dt)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.