KH Thaifur Ali Wafa (foto kanan) dan Sandi saat sowan para kiai di Madura. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Meski tidak sedang berada di Madura, KH Thaifur Ali Wafa, sang Mursyid Tarekat asal Ambunten, Sumenep, Madura masih sempat memberi pesan khusus kepada Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjungan ke Sumenep, Minggu, 20 Januari 2019 kemarin.

“Dari tanah suci Al-Madinatul-Munawwarah, saya Thaifur Ali Wafa menyampaikan selamat datang Bapak Sandiaga Salahuddin Uno di Kabupaten Sumenep,” demikian KH Thaifur Ali Wafa melalui video pendek yang terbaca duta.co, Senin (21/1/2019).

Seperti kita tahu, KH Thaifur telah melakukan istikharah demi masa depan Indonesia. Hasilnya, pasangan Prabowo-Sandi lebih memberikan manfaat bagi rakyat.  “Seperti yang telah kami istikharahkan, Tsumma anzalallaahu sakienatahuu ‘alaa rosuulihii wa ‘alal mu’miniena wa anzala junuudan lam tarawhaa wa ‘adzdzabal ladziena kafaruu wa dzaalika jazaa’ul kaafirien,” jelasnya.

Makna lengkap ayat ini: “Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.”

Kiai Thaifur kemudian berpesan: “Maka, harapan dan pesan kami kepada Pak Prabowo-Sandi, apabila Allah takdirkan kemenangan di Pilpres yang akan datang, maka, Indonesia harus (diusakan maksimal) tenang, aman, damai, sejahtrena dan rizqinya mengalir terutama kepada rakyat kecil,” jelasnya.

“Indonesia harus berwibawa terhadap negeri-negeri lain, menjadi baldatun thoyyibatun warubbun ghofur, serta selalu mengedepankan ridho Allah swt.,” tegas KH Thaifur yang juga populer sebagai penulis sejumlah kitab dan karyanya banyak dikaji di pesantren Timur Tengah dan Afrika ini.

Sandi pun mendapat sambutan luar biasa. Sandiaga juga mendapat sumbangan dana kampanye saat berkunjung ke Pondok Pesantren Daarul Amin Somber Telur, Pandiyangan Robatal, Sampang, Madura. Sang penyumbang adalah KH Abdul Malik Nawawi, pimpinan Pondok Pesantren tersebut.

Selain Kiai Abdul Malik, Sandiaga mendapat sumbangan dari para santri maupun tamu yang menghadiri acara silaturahmi itu. Total, sumbangan dari para santri dan tamu mencapai Rp 1,7 juta. Menerima sumbangan-sumbangan dengan pecahan Rp 2 ribu hingga Rp 100 ribu yang dikumpulkan dalam kantong kresek berwarna merah itu, Sandiaga mengaku terharu.

“Saya ini selalu terharu mendapatkan sumbangan langsung dari masyarakat. Apalagi ini diberikan langsung oleh pengasuh ponpes, para santri dan tamu yang hadir. Amanat ini tidak akan saya sia-siakan,” ujar Sandi.

Berdayakan Santri Madura

Sandi berujar akan mewujudkan keinginan para Kiai, Santri, dan Habib di Madura yang memintanya untuk meningkatkan ekonomi, umat dan santri melek usaha. Menurut Sandi, saat ini ia tengah menjalankan gerak OK OCE dan Barisan Kiai dan Santri Nadhiyin (BKSN).

Sandi kemudian mengatakan bahwa Madura punya kekuatan potensi ekonomi pemanfaatan energi surya. Pemanfaatan energi surya, kata dia, bisa membawa kesejahteraan umat dan masyarakat Madura.

“Sudah empat kali saya ke Madura selama sosialisasi. Setiap ke sini, matahari selalu bersinar terang. Ini bisa dimanfaatkan untuk menciptakan swasembada energi. Pemanfaatan energi ini diserahkan kepada pesantren-pesantren yang ada di Madura. Para santri akan dididik menjadi teknisi tenaga surya, yang kita sebut santri surya,” ujar Sandiaga.

“Jadi malam menggunakan PLN, siang menyimpan listrik. Jika sudah terpenuhi energi di pesantren, kelebihan tenaganya akan diberikan kepada masyarakat sekitar, ini esensi Islam Rahmatan lil Alamin, Islam yang memberikan berkah pada semesta alam,” tutur dia.

Sandiaga juga berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Ihsan Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Ini kunjungan kedua Sandiaga ke pesantren di Sampang dalam sebulan terakhir. Pada 2 Januari lalu, Sandi berkunjung ke Pesantren At-Toriqi.

Di Jrangoan Sandi didaulat memberikan motivasi kepada ribuan santri. Sandi mengangkat tema santripreneur atau santri berwirausaha. Salah satunya dia mencetuskan ide di bidang energi matahari.

“Santri harus bisa mengonversikan energi matahari menjadi energi listrik,” kata Sandi yang juga sowan ke RKH Muhammad Rofiie Baidlowi, KH Imron Abd Fattah di LPI Alhamidy Banyuanyar Pamekasan dan KH Ali Karrar Sinhaji Ketum Auma (Aliansi Ulama Madura). (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.