Cawapres Sandiaga Uno saat melintasi jembatan "Indiana Jones" itu.
MAKASSAR | duta.co – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengungkap ketimpangan pembangunan di Pemerintahan Jokowi. Pasalnya Capres petahana itu suka pamer keberhasilan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan jembatan, tapi hal itu dilakukan hanya di sebagian tempat saja. Bahkan, seperti diberitakan duta.co sebelumnya, karena sifatnya “kejar tayang” ada yang ambrol. Padahal, banyak masyarakat di desa-desa masih hidup susah dengan kondisi infrastruktur yang sangat memprihatinkan.
Sandiaga Uno melihat langsung kondisi memprihatinkan itu. Dia pun sempat deg-degan saat melintasi jembatan kayu di salah satu desa di Sulawesi Selatan. Sandiaga mengaku dirinya seperti Indiana Jones (tokoh utama dalam film dengan judul yang sama, Red.) saat melintasi jembatan itu.
Dalam keterangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, disebutkan, Sandiaga melintasi jembatan kayu yang disebut terlihat lapuk di Desa Tosora, Wajo, Sulsel. Sandiaga saat itu menumpang mobil. Masih dalam keterangan BPN, jembatan itu hanya muat untuk satu mobil.
“Menuju ke Desa Tosora seperti petualangan Indiana Jones. Agak kaget juga saya di Kabupten Wajo ini, masih harus melewati jembatan kayu,” ucap Sandiaga seperti dalam keterangan BPN,
Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu datang ke Desa Tosora, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan untuk bertemu dengan warga desa sekaligus mengunjungi makam leluhurnya, Jamalludin Al Akbar Al Husaini. Silsilah Sandi dibacakan oleh tetua adat setempat. Sandi disebut merupakan keturunan keduapuluh. Dalam sambutannya di lokasi, Sandi menyampaikan pesan Prabowo Subianto. Sandi mengaku mereka akan fokus pada ekonomi.
“Insyaallah di tahun 2019 akan tercipta dan tersedia lapangan kerja serta harga-harga kebutuhan pokok yang stabil serta terjangkau,” katanya.
Pengalaman melewati jembatan kayu seperti Indiana Jones juga dibagikan Sandiaga di akun Instagram-nya, @sandiuno. Sandi menyinggung soal pembangunan infrastruktur yang menurutnya belum terasa dampaknya hingga pedesaan.
“Pembangunan infrastruktur besar-besaran dengan memakan biaya besar bahkan harus utang luar negeri ternyata belum terasa dampaknya di pedesaan. Saya dan Pak @prabowo akan pastikan kedepannya pembangunan infrastruktur bisa langsung terasa dampaknya untuk perekonomian masyarakat desa,” sebut Sandi.
Kubu Jokowi sudah menjawab soal ini. Katanya, karena jumlahnya banyak, sehingga tidak bisa menjangkau semua hingga ke desa. Namun, masalahnya, pembangunan tidak hanya untuk warga kota, tapi harus menjangkau semua masyarakat di negeri ini.
“Memang kalau membangun jalan tol di kota, ya enak, bisa kampanye sekalian, sebab gampang diliput media. Tapi kan presiden itu untuk semua rakyat Indonesia termasuk yang di desa-desa, yang jalannya becek, jembatannya rusak, bahkan ada yang harus jalan kaki berkilo-kilo untuk cari air atau sekolah. Mereka juga warga negara Indonesia yang butuh pembangunan juga. Jangan hanya fokus ke kota atau fokus ke Papua, yang di sana penduduknya tak terlalu banyak,” kata Zurkoni, warga Makassar, Jumat siang tadi.
Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menanggapi sindiran Sandiaga Uno soal jembatan kayu yang disebutnya seperti jembatan di film Indiana Jones itu. Basuki berdalih, pembangunan jembatan gantung untuk penyeberangan tidak bisa dilakukan sekaligus karena jumlahnya yang sangat banyak.
“Saya bilang, jembatan-jembatan gantung kan untuk menghilangkan ‘Indiana Jones’ itu,” kata Basuki saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Desember 2018.
Indiana Jones adalah tokoh karakter dalam film fiksi Amerika Serikat yang terkenal dengan aksinya di antaranya saat melewati jembatan dengan kondisi ekstrem.
Basuki tak menampik fakta bahwa masih ada jembatan penyeberangan di Indonesia yang kondisinya membahayakan dan belum layak. Masalahnya, semua orang tahu kalau Indonesia negara yang luas sehingga pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap.
“Untuk jembatan gantung saja, itu berapa jumlahnya? di Banten saja itu ada ribuan, apalagi jembatan di sawah gini,” ujar Basuki merujuk ke jembatan yang disindir Sandiaga itu. (tmp/hud/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.