Keterangan foto DUTA/SUUD

SURABAYA | duta.co – Cawapres Nomor urut 02, Sandiaga Uno mengatakan bahwa UMKM akan mendapatkan 7 langkah pas yang menjadi bagian dari upaya pemberdayaan UMKM dan pedagang kecil mandiri dengan diberikan pelatihan dan pendampingan, kemudahan perijinan dan  pemasaran dalam konsep teknologi digital sekarang karena sudah masuk revolusi industri 4.0 serta akan diberikan akses terhadap pendampingan dan keudahan permodalannya.

“Kita juga ingin aspek perpajakannya bagi UMKM yang sudah melakukan transformasi ke eknologi digital dan digital ekonomi ini dapat mendapatkan kemudahan dari segi pajak, yakni nol persen untuk 2 tahun pertama. Itu yang akan kami tawarkan pada UMKM-UMKM,” terang Sandiaga Uno saat mengunjungi sentra PKL di Jalan  Uripsumoharjo Surabaya, Selasa (1/1/2019)

Lebih jauh mantan Wagub DKI Jakarta itu juga menilai sentra UMKM Urip Sumoharjo Surabaya sudah tertata dengan baik sehingga diharapkan ke depan akan lebih bayak lagi sentra-sentra semacam itu untuk membangkitkan UMKM-UMKM.

“Fokus pemerintahan Prabowo-Sandi adalah memberdayakan dan mensejahterahkan masyarakat. Kita ingin pemerintah itu fokus di  manusianya bukan fisik infrastruktur. Untuk itu kita akan sediakan lapangan pekerjaan dan peluang usahanya serta harga-harga yang terjangkau,” terang Sandiaga Uno.

“Kita juga tak ingin terlalu bergantung pada hutang. Kita tidak ingin asing terlalu mendikte kita dan peluang lapangan kerja itu diberikan tenaga kerja asing. Ke depan kita ingin lapangan kerja itu untuk orang-orang Indonesia, untuk anak-anak Indonesia dan tenaga kerja lokal. Peluang usaha itu untuk pengusaha-pengusaha nasional. Hutang kita sudah 5000 triliun lebih sekarang,” tambahnya.

Menurut Sandi, tanpa menambah hutang sebenarnya pemerintah masih bisa membangun infrastruktur. Terbukti, dia bisa membangun jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 160 km tanpa hutang sama sekali dan itu juga sudah bisa dibuktikan dan diakui Menkeu Sri Mulyani dan Menkoekuin Darmin Nasution.

“Tapi hal itu tidak dilakukan karena ada kebijakan pemerintah yang lebih pro penambahan hutang. Lha ini yang kita ingin jangan dilakukan lagi ke depan, sehingga Prabowo-Sandi akan fokus pada kemitraan pemerintah dengan badan usaha,” jelas Sandi.

Di tegaskan Sandi, pemerintah membangun infrastruktur itu boleh saja tapi harusnya melibatkan dunia usaha nasional dan semua kepentingan supaya tidak memberatkan pembiayaan negara.

“Pembiayaan negara itu harus difokuskan untuk mensejahterahkan masyarakat, seperti membuka lapangan usaha seluas-luasnya, dan menjaga stabiitas harga pokok itu tugas pokok pemerintah bukan membangun infrastruktur dengan menambah hutang,” dalihnya.

Jatim Bisa Jadi Lokomotif UMKM

Yang menarik, pengusaha muda yang sukses itu juga menggagas adanya pembuatan mall PKL. Yaitu mall yang dibuat berdasarkan apa yang sangat dibutuhkan masyarakat yakni tempat atau lahan usaha. Jadi nantinya akan ada beberapa aset pemerintah maupun dunia usaha yang bisa dikonversi menjadi sentra-sentra yang kita sebut mall pedagang kecil mandiri.

“Kita harapkan mereka (PKL,red) bisa dengan tidak terlalu berat biayanya bekerjasama dengan konsep pasar tradisional mereka bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan menggiatkan ekonomi,” beber Sandi.

Ia juga mengapresiai Jawa Timur sebagai lokomotif UMKM di Indonesia. Bahkan ketika pelaku usaha-usaha  besar masih libur, para pedagang kecil dan pasar tradisoonal sudah memulai 24 jam menggerakan roda ekonomi.

“Ini yang luar biasa dan perlu diberi apresiasi. Dan Jawa Timur sebagai juaranya salah satu lokomotif ekonomi Indonesia, makanya saya kesini dan berharap jadi langkah kita kedepan jangan hanya membangun yang besar-besar dan fisik tapi juga harus manusianya,” imbuhnya.

Disinggung soal isu-isu di luar ekonomi, kata Sandi pihaknya sengaja tidak terlalu menanggapi dan biarlah menjadi diskursus karena ada yang membenarkan dan ada yang perlu dibenahi.

“Bagi saya karena semua manusia pasti ada kesalahan sehingga perlu banyak belajar. Isu-isu tentang ekonomi yang lebih esensial dan strategis bagi kami, isu-isu di luar ekonomi kami tak terlalu menanggapi,” dalihnya. (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.