SOLO | duta.co – Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan Posko Sekretariat Nasional (Seknas) Soloraya, Minggu (30/12/2018). Posko Seknas yang berlokasi di Jalan Adi Soemarmo Nomor 299, Klodran, Colomadu, Karanganyar, itu ditujukan untuk membantu koordinasi dan mobilisasi di wilayah Jawa Tengah. Yang menarik lokasi posko ini berdekatan dengan ring 1 rumah Presiden Jokowi di Kelurahan Sumber.
Peresmian ini dihadiri sejumlah tokoh dan relawan dari berbagai daerah di Jateng dan sekitarnya. Dengan adanya posko ini Sandiaga ingin warga Jateng lebih tahu program-program Prabowo-Sandi yang benar-benar pro-rakyat. Bukan hanya sekadar jargon saja.
“Ini merupakan satu inisiasi dari seknas pusat yang dipimpin oleh Muhamad Taufik yang akan membantu koordinasi dan mobilisasi gerak juang,” kata Sandiaga.
Dengan sisa waktu 108 hari, Sandi mengaku ingin agar Posko Seknas bisa dimaksimalkan untuk mobilisasi dan menyerap aspirasi masyarakat. Pemilihan lokasi di Solo sendiri adalah agar bisa menjangkau wilayah Jateng.
“Mudah-mudahan ini menjadi tempat berkumpul dari para relawan yang bisa berkoordinasi untuk menjangkau wilayah pedesaan menyampaikan pesan dari Prabowo-Sandi,” ungkapnya.
Pesan yang dimaksud Sandi seperti adanya perubahan ekonomi lebih baik, terciptanya lapangan kerja, memastikan program pemerintah bisa terlaksana dengan baik, serta menghadirkan harga pangan yang terjangkau dan stabil. Solo sendiri merupakan kampung halaman Joko Widodo (Jokowi). Capres petahana itu pernah menjadi orang nomor satu di kota ini dengan menjabat walikota.
Sandiaga juga melakukan acara lari pagi mengelilingi Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu (30/12/2018). Tampak cawapres yang mendampingi Prabowo Subianto itu mengambil start di kawasan ruko Gagaksipat kemudian melintasi jalan layang tol Solo-Kertosono (Soker) hingga mengelilingi Waduk Cengklik.
Di sepanjang perjalanan menyusuri perkampungan, Bang Sandi, sapaan akrabnya, sempat membuat warga kaget karena hadirnya rombongan yang dipimpin dirinya. Warga pun antusias menyambut kedatangan Sandi dan rombongan.
“Pak Sandi orangnya ramah. Ganteng. Saya suka. Apalagi mau datang ke kampung kami, warga senang dengan Beliau,” kata Sukarti yang bersama teman-temannya kaget dengan kehadiran Sandi dan rombongan melintasi daerahnya.
Sandi berharap olahraga lari semakin menjadi rutinitas masyarakat, karena dia meyakini lari menjadi olahraha yang mampu menjadi pondasi untuk memangkas biaya kesehatan negara ke depan. “Sehari lari 30 menit saja, itu bentuk upaya preventif terhadap penyakit,” kata Sandi.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan, sejak tahun 2000 rutin lari bersama komunitas runner di berbagai provinsi untuk menjaga kebugaran tubuh. “Paling tidak saya seminggu bisa 5 kali lari, antara 5-8 km per hari, sangat ngaruh bagi kesehatan,” kata dia. “Jadi fit, tidak mudah sakit.”
Sebelumnya Sandi juga bermain basket di Solo. Dia sempat berniat mengundang Presiden Jokowi bermain basket bersama di Solo. Sandiaga sempat bermain basket bersama Komunitas Setu Esuk Basketball di Manahan, Solo di sela-sela dia hendak meresmikan seknas. Usai bermain, Sandiaga mengatakan ingin mengundang Presiden Jokowi bermain basket bersama. “Mungkin nanti kita undang Pak Jokowi, ini kan rumahnya Pak Jokowi. Sabtu esuk basket bareng Pak Jokowi dan Sandi,” katanya.
Pernyataan tersebut berawal dari pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan Sandi dan Jokowi akan bermain basket bersama. Sandi mengaku senang jika dapat bermain bersama Jokowi.
“Anytime, saya main basket rutin, seminggu bisa 2-3 kali, tapi udah sangat pelan. Masih suka ikut game tapi enggak muda lagi seperti ini. Tapi misal mau main basket sama Pak Jokowi akan senang sekali,” ujar dia.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi pernah terlihat bermain basket bersama para atlet muda di Istana Bogor bulan Mei lalu. Saat itu Jokowi mengaku sudah sangat lama tidak bermain basket.
“Terakhir 37 tahun megang bola basket. Setelah itu nggak pernah megang. Gimana disuruh main. Yang nggak bener yang nyuruh main. Tadinya dikira pemanasan dulu, biar ada feeling pegang bola,” kata Jokowi seraya bercanda di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (12/5/2018).
Jokowi mengatakan dirinya terakhir kali bermain basket sewaktu duduk di bangku kuliah. Setelah itu, dirinya jarang bermain basket. “Ya mahasiswa. Semester 4. Setelah itu ndak. Masa kita harus masuk lapangan tanding dengan DBL gimana. Dengan atlet yang tiap hari main. Nggak seimbang. Nggak fair,” canda Jokowi kala itu. (rmol/dt/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.