SURABAYA | duta.co – Harus diakui, bahwa negara ini ‘gagal’ melindungi rakyatnya dari bencana. Sudah ratusan ribu jiwa melayang. Terbaru tsunami Selat Sunda dengan jumlah korban 431 orang meninggal dunia, 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, dan 46.646 orang mengungsi.

Lebih memprihatinkan pemerintah belum mampu memberikan rasa aman. Cawapres Sandiaga mengaku sangat prihatin. Lebih prihatin lagi, bantuan untuk korban bencana ternyata dikorupsi oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

Padahal pemerintah terus menumpuk hutang sehingga beban negara semakin berat dan banyak tugas-tugas negara yang kelolosan.

“Ini karena ada permasalahan karakter. Makanya ke depan kami ingin melakukan pencegahan korupsi dan ingin bicara dari hulunya, apa yang menjadi permasalahan korupsi selama ini dan harus kita akan hadirkan pemerintahan yang bersih, kuat dan tegas. Hukum seadil-adilnya tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas tapi kita berikan efek jera bagi koruptor itu sendiri,” tambahnya.

Soal hukuman apa yang pantas bagi koruptor bantuan bencana, lanjut Sandi akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Pasalnya, bagi Prabowo-Sandi yang terpenting itu sebenarnya pada langkah pencegahan korupsi sebab kita sudah lihat efek jera itu belum terjadi walaupun hukumannya sudah sangat berat.

Masyarakat Harus Tetap Bersatu Padu

Khusus terkait sistem mitigasi bencana, tim Prabowo-Sandi juga telah menggodok pemikiran bahwa harus ada edukasi mitigasi bencana sejak dini yang dimasukkan dalam kurikulum pendidikan sekolah. Karena Indonesia tergolong negara rawan bencana, maka di setiap daerah harus ada pusat edukasi bencana yang bisa dijadikan seperti wisata anak-anak sekolah karena kebanyakan korban itu paling banyak pada 12 jam setelah bencana terjadi.

“Jadi reaksi terhadap bencana itu sangat menentukan karena itu edukasi daan mitigasi daripada dampak bencana yang menjadi prioritas ke depan dan salah satunya adalah kemungkinan ada kebutuhan lembaga setingkat kementrian yang mengkoordinasi lebih dari paska bencana atau saat bencana tapi juga sebelum bencana itu terjadi edukasi dan mitigasinya seperti apa,” ungkap Sandi.

Badan Nasiona Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga perlu diperkuat karena banyak sekali yang harus diperkuat institusi-institusi itu, makanya bisa dibikin lembaga setingkat kementrian untuk memastikan penanggulangan dan edukasi mitigasi bencana bisa lebih baik.

Khusus menyambut tahun baru 2019, Sandiaga Uno juga berharap ekonomi lebih baik. Selain itu pihaknya mengajak masyarakat bahwa tahun 2019 ada pemilihan umum, walaupun pilihan berbeda tapi masyarakat harus tetap bersatu padu dan menyongsong perekonomian kita yang lebih baik tentunya harus berpihak kepada rakyat Indonesia, karena kita negara kaya raya tapi masih belum mampu mewujudkan cita-cita negara Indonesia. (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.