JAKARTA | duta.co – Masyarakat tampaknya menunggu tampilnya calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno dan KH Ma’ruf Amin saat debat capres-cawapres pada 17 Januari 2019 nanti. Maklum, masyarakat sudah tahu gaya dan kualitas capres Prabowo Subianto maupun Jokowi yang sudah pernah debat pada Pilpres 2014 lalu.
Debat capres sangat ditunggu sebab apa yang menjadi visi dan misi pasangan calon akan dinilai oleh pemilih. Aspek rasionalitas program, argumentasi, gestur, gaya berdebat, dan penggunaan bahasa biasanya akan menjadi pertimbangan utama pemilih. Tetapi, kondisi itu lazimnya terjadi pada penyelenggaraan Pilpres yang kemampuan pesertanya dalam berdebat belum pernah disaksikan oleh pemilih.
Nah, di Pilpres 2019 nanti, pemilih pada umumnya sudah mengetahui kualitas capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sebab, keduanya sudah pernah berhadapan pada debat Pilpres 2014. Sekarang yang menentukan adalah Sandiaga Uno maupun KH Ma’ruf Amin guna menopang kemenangan Prabowo maupun Jokowi.
Seperti ditulis Said Salahudin, pemerhati pemilu, Direktur Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma), di rmol.co, permasalahannya, jumlah pemilih pemula ini tidak cukup jelas. Ketua KPU bilang sekitar lima juta orang, sementara salah seorang Anggota KPU menyebut sekira 1,2 juta pemilih.
Tetapi untuk debat cawapres kondisinya mungkin akan berlainan dengan debat capres. Sebab, pasangan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 ini berbeda dengan Pilpres 2014. Baik Ma’ruf Amin maupun Sandiaga Uno belum pernah berhadap-hadapan dalam sesi debat.
Sebagian pemilih mungkin pernah menyaksikan kualitas Sandiaga pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Tetapi itu kan dengan lawan debat yang berbeda. Kemampuan Ma’ruf dalam berdebat bahkan belum pernah dilihat orang.
Nah, dari sesi debat Ma’ruf versus Sandiaga itulah kemungkinan bisa muncul perubahan elektabilitas dari kedua pasangan calon. Sebab, pemilih pemula, ‘swing voters’ dan kelompok ‘undecided voters’ sepertinya masih dapat ‘digoda’ oleh para cawapres pada saat sesi debat nanti.
Jadi, debat cawapres tampaknya lebih berpeluang untuk mengubah pilihan pemilih dibandingkan dengan debat capres. Debat antara Ma’ruf Amin yang sudah berusia sangat senior dan Sandiaga Uno yang jauh lebih junior boleh jadi sudah sangat dinanti. (rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.