SURABAYA | duta.co  — KH Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan) melakukan tabayun kepada Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno soal fitnah yang mengatakan kalau pasangan 02 menang, pesantren akan  jadi fosil. Tahlilan, istighotsah dan manakiban dibubarkan. Menteri agama, dijabat orang HTI.

“Mas Sandi, saya mewakili suara kiai-kiai seluruh Jawa Timur yang saya temui. Mereka ini meragukan tiga hal. Pertama, (ada isu) kalau Pak Praboweo-Sandi diberi amanah, NU akan dipinggirkan, pada akhirnya dihabisi. Kedua, tahlil, manakib dan lain sebagainya akan dihilangkan dari bumi Indonesia. Ketiga, Pak Prabowo itu sangat dekat dengan kelompok-kelompok radikal. Mereka khawatir jabatan menteri agama akan diberikan kepada kelompok  HTI, seperti itu. Ini kekhawatiran banyak kiai Jawa Timur yang saya temui,” tegas Gus Irfan melalui video yang menyebar di media sosial, Selasa (19/3/2019).

Tiga isu yang disampaikan Gus Irfan ini sedang menerjang warga Jatim khususnya dan seluruh Indonesia umumnya. Intinya, warga NU ditakut-takuti dengan Islam radikal. Ironisnya, pembuat isu itu berusaha menempelkan paham radikal ke kubu Prabowo-Sandi. Tujuannya, agar warga NU takut memilih pasangan no 02 ini.

Ada sebuah video beredar di medsos, menyampaikan kabar kalau sampai Kiai Ma’ruf tidak menang, maka, pesantren akan menjadi fosil. Tampak dalam video itu KH Ma’ruf Amin sedang duduk di sofa, sementara yang lain duduk di bawah.

“….. Jangan berpikir masih ada tahlil, jangan berpikir masih ada dzikir di istana, jangan berpikir ada hari santri! Apabila sampai Kiai Ma’ruf ini kalah, naudzubillahimindzalik….” demikian seorang kiai yang tampak mirip KH Anwar Iskandar Kediri, dengan gaya menggebu-gebu.

Kalau pun tidak disebut fitnah, isi video itu sangat berbahaya. Karena itu, Gus Irfan perlu tabayun ke Sandi. Nah, apa jawaban Sandi soal fitnah itu? Luar biasa dan mengejutkan.

“Pertama-tama, Wallahi! Saya ini juga dari keluarga besar NU. Saya juga pemegang kartu NU, (kalau tidask salah) salah satu yang pertama di Jakarta. Mertua saya, Pak Haji Abdul Aziz Marzuki dan keluarganya adalah tokoh NU, Betawi asli. Dan kami mendidik semua di lingkungan kami dengan ahlussunnah waljamaah. Kalau kami taraweh 23 rakaat, subuh kami baca qunut, Allahummahdina fiman hadayt. Wa afina fiman afayt. watawallana fiman tawallayt. Semua itu kami jalankan,” tegas Sandi.

Jadi? “Jadi jangan sampai terbesit satu prasangka apa pun, bahwa, NU itu akan dipingirkan. NU justru akan diperkuat, NU akan difasilitasi menjadi organisasi terbesar umat Islam yang mengawal Islam rahmatan lilalamain. Justru akan menjadi kekuatan Prabowo-Sandi, karena kita akan merangkul NU dan akan menjadikan mitra membangun bangsa ini menjadi adil makmur baldatun toyyibatun warabbun ghofur,“ jelas Sandi.

“Kedua, tahlil, manakib. Kami ini…. jamaah manakib kok, kami ini tahlil rutin dan amalan-amalan itu yang kami jalankan, amaliah ahlussunnah waljamaah menjadi bagian dari hidup sehari kita. Menurut Prabowo-Sandi ini justru yang mempersatukan kita, memperkuat kita, mempererat kita. Ini yang diwariskan leluhur-leluhur kita, guru-guru kita. Jadi jangan pernah ada kekhawatiran. Bismillah ini banyak saksinya,” tambahnya serius.

Lalu yang ketiga, ini tudingan dan ini fitnah. Ini saya sampaikan, bahwa ini hoax. Soal tudingan ada Islam garis keras di belakang Prabowo-Sabdi. “Saya sampaikan, bahwa, Prabowo-Sandi itu sudah komit, mencanangkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Islam rahmatan lil alamin, Islam moderat yang akan menjadi pegangan kuat kita. Teman-teman itu (yang dituduh radikal red.) juga warga negara, kita ajak bicara, mereka harus sesuai dengan komitmen NKRI, UUD 1945,toleransi, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Di sini tentu kita saling menghargai satu sama lain,” urainya.

Menurut Sandi, “Indonesia ini kaya raya, tetapi, kalau kita dipecah seperti ini, bagaimana bisa maju? Ini saya sampaikan apalagi sekarang banyak beredar berita-berita hoax.”

“Saya baru saja ketemu Kiai Said (KH Said Aqil Siroj – SAS) dua setengah minggu yang lalu. Tetapi dia minta tertutup, ini saya terbuka saja, di sini. Bicaranya sama: Dik, titip untuk Prabowo-Sandi jangan lupa menteri agama (dari NU). Saya jawab: Kiai saya sudah komit, kalau soal menteri agama malah Pak Prabowo sudah menandatangani langsung dan itu akan diserahkan pertimbangannya kepada kiai-kiai NU.”

“Dan kami, Prabowo-Sandi, kalau janji dipegang teguh. Karena bagi kami, janji itu hutang, pasti ditagih, kalau tidak di dunia ya pasti di akhirat. Dan NU itu punya banyak kader-kader terbaik. Bukan Cuma menteri agama, menteri-menteri yang lain kita akan minta masukan dari kiai-kiai NU.”

Sandi berharap, dengan penjelasan ini, para kiai, para masyayikh, gus-gus tidak perlu khawatir  lagi, karena fitnah-fitnah itu hanya untuk memecah belah kita. Kita semua cinta Indonesia, kita bela NKRI tentunya dengan Islam yang rahmatan lililalamain. Dengan ini akan tercapai Indonesia menang adil dan makmur,” pungkasnya.

Sementara dalam video lain yang, tak kalah viral, Bang Haji Rhoma Irama berpesan agar pendukung Prabowo-Sandi tidak ikutan menyebar fitnah.  “Kalau kita difitnah, sabar. Biarkan Allah yang menghakimi,” jelasnya. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.