
SURABAYA | duta.co – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam, menyampaikan Realisasi Belanja Pemerintah Pusat terkait Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur. Realisasi anggaran kesehatan s.d September 2025 sebesar 612,78 Miliar atau 58,98% dari pagu Rp1,04 Triliun.
“Pemanfaatannya antara lain untuk Program Pelayanan Kesehatan dan JKN senilai Rp66,35 Miliar (54,70%) dan Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana senilai Rp31,12 Miliar (23,14%). Belanja Pendidikan terealisasi Rp8,24 Triliun atau 64,27% dari pagu Rp12,82 Triliun,” dalam media briefing gabungan LPS, BI, OJK dan Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, Selasa 18 November 2025.
Menurutnya pemanfaatannya antara lain untuk Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran senilai Rp1,38 Triliun (65,07%) dan Program Pendidikan Tinggi senilai Rp1,33 Triliun (43,67%). Belanja infrastruktur terealisasi Rp589,99 Miliar atau 34,73% dari pagu Rp1,69 Triliun. Peruntukannya antara lain untuk Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Rp250,87 Miliar, Ketahanan Sumberdaya Air Rp289,64 Miliar, Konsumsi Pangan Berkualitas Rp4,77 Miliar, dan Perumahan, Kawasan Permukiman Rp1,89 Miliar.
“Perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur, s.d 10 November 2025 tertinggi ketiga Nasional dengan realisasi sebanyak 5.265.514 penerima manfaat terdiri dari anak sekolah dan Santri sebanyak 5.035.606 jiwa, Balita 153.615 jiwa, dan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui 76.293 jiwa. “
Sementara jumlah Supplier yang terlibat mencapai 2.942 supplier terdiri dari 1.395 UMKM, 298 Koperasi, 111 BUMDes/BUMDesma, dan 1.138 supplier lainnya dengan jumlah SPPG sebanyak 1.925 dan jumlah petugas 70.340 orang.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Timur selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna, menyampaikan Realisasi Pendapatan Negara s.d Triwulan III 2025 mencapai Rp180,63 Triliun (63,88%) dari target Rp282,72 Triliun.
Realisasi tersebut terdiri dari Penerimaan Perpajakan terealisasi sebesar Rp173,93 Triliun atau 62,72% dari target Rp277,32 Triliun dan PNBP sebesar Rp6,7 triliun yang telah melampaui target dengan capaian 123,11% dari target Rp5,44 Triliun. Penerimaan Perpajakan terdiri dari Penerimaan Pajak pada Ditjen Pajak sebesar Rp73,39 Triliun (57,12% dari target Rp128,48 Triliun) dan penerimaan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp100,54 Triliun (67,55% dari target Rp148,83 Triliun).
Realisasi Belanja Negara s.d Triwulan III 2025 sebesar Rp92,09 Triliun atau 72,97% dari pagu Belanja Negara di Jawa Timur. Kinerja Belanja Negara terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp28,64 Triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp63,45 Triliun.
Pendapatan Negara s.d september 2025 mencakup Pendapatan Pajak 73,39 Triliun, Bea Cukai Rp100,54 Triliun, serta PNBP Rp6,76 Triliun. Penerimaan Pajak (netto) s.d September 2025, Penerimaan Pajak mencapai Rp73,39 Triliun. Sektor Industri Pengolahan menjadi sektor
usaha dengan penerimaan pajak terbesar dengan kontribusi sebesar Rp31,78 Triliun (43,3%) dari total Penerimaan Pajak Jawa Timur.
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai s.d September 2025 mencapai Rp100,54 Triliun 67,55% dari target APBN) tumbuh 4,0% (yoy). Realisasi Cukai sebesar Rp95,67 Triliun (67,20% dari target APBN), tumbuh 4,36% (yoy) dipengaruhi antara lain oleh kebijakan penundaan
pelunasan 90 hari yang tidak diterapkan tahun ini.
Realisasi Bea Masuk sebesar Rp4,42 Triliun (69,71% dari target APBN), terkontraksi 9,44% (yoy) dipengaruhi kebijakan ketahanan pangan domestik sejalan dengan upaya swasembada dan peningkatan pemanfaatan fasilitas Free Trade Agreement; Realisasi Bea Keluar sebesar Rp445,36 Miliar (378,87% dari target APBN), tumbuh 418,97% (yoy) didorong kenaikan harga CPO. PNBP s.d 30 September 2025 realisasi PNBP tetap terjaga mencapai
Rp6,7 Triliun (123,11% dari target) tumbuh 9,5% (yoy).







































