SURABAYA | duta.co – MI Al-Inayah Islamic Primary School menggelar Stadium General untuk wali siswa sebelum mengarungi tahun ajaran 2022/2023, di Masjid Al-Inayah, Jl Sidotopo Wetan Baru 1A No. 12, Sabtu (16/7/2022).

Kegiatan yang diadakan rutin setiap satu semester sekali tersebut mengangkat tema, “Roadmap Pendidikan Sekolah Al-Inayah” dengan pemateri Muzamil, MThI.

Pembina Yayasan Nurul Jannah, Sugiyanto Abdillah, SPd dalam sambutannya mengatakan, kurikulum di MI Al-Inayah sudah selaras dengan kurikulum merdeka belajar yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim pada tahun 2022 ini.

Dan yang membanggakan lagi, konsep adab sebelum ilmu di MI Al-Inayah juga sangat mendukung cita-cita Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya yang menekankan pendidikan karakter pada seluruh siswa-siswi di sekolah Surabaya.

“Saya beberapa kali bertemu dengan Bapak Wali Kota dalam berbagai seminar pendidikan baik secara online (zoom) maupun tatap muka. Pesan beliau yang paling utama adalah pendidikan karakter, bukan matematika, IPA, atau bahasa Indonesia. Dan ini sudah dipraktekkan di Al-Inayah, akhlak lebih tinggi daripada ilmu,” ujar pria yang sudah 26 tahun berprofesi sebagai guru tersebut.

Ia berharap, ke depan Al-Inayah terus meningkatkan pelayanan pendidikannya, terutama dari segi fasilitas yang saat ini sedang dalam proses pembangunan 2 lokal kelas.

Pembina Yayasan tersebut juga mengungkapkan bahwa nantinya gedung Al-Inayah akan menjulang sampai lantai 3 dan dilengkapi fasilitas belajar yang nyaman untuk guru dan anak-anak.

“Bahkan kalau bisa, anak-anak tidak mau pulang dari sekolah.” Tambahnya disambut gelak tawa dari audience.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Muzamil, MThI selaku pemateri menyampaikan target-target yang akan dicapai siswa selama 6 tahun belajar di MI Al-Inayah. Ia berharap sinergi dari ayah dan ibu selaku wali siswa dalam mendukung seluruh program sekolah.

“Bedanya, kalau di sekolah lain mungkin ibu yang dominan mengurus pendidikan anak. Di Al-Inayah tidak demikian. Pendidikan anak adalah tanggung jawab ayah dan ibu. Dalam urusan lain, berbagi peran boleh. Tapi urusan pendidikan anak, harus bersama-sama,” tambah dosen STAI Taswirul Afkar Surabaya tersebut.

Selanjutnya, Kepala MI Al-Inayah, Muhammad Arif, SPd memaparkan teknis pembelajaran di kelas serta target selama 1 semester yang akan dijalani. Beberapa budaya sekolah juga disinggung seperti larangan membawa uang saku bagi siswa, wajib membawa bekal dari rumah, disiplin waktu, dan semangat belajar untuk guru dan orang tua.

Stadium general yang dihadiri ayah ibu kelas 1 dan 2 tersebut berjalan khidmat dan santai. Acara dimulai dengan tasmi’ Surat At-Tahrim  oleh ananda Nizma dan Nizam, dilanjutkan dengan sambutan yayasan dan pemaparan materi. Terakhir, acara ditutup oleh Nurul Hasanah, SPd, guru kelas 1 selaku MC. rm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry