
LAMONGAN | duta.co – Pondok Pesantren (PP) Matholi’ul Anwar, Lamongan, makin hari makin moncer saja. Terbukti, salah satu Ponpes terbesar di Lamongan ini selalu menjadi jujugan. Jelang datangnya bulan suci Ramadan, jemaah Majelis Ta’lim Roudhotul Jannah dari Desa Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, melakukan kunjungan silaturahmi ke Ponpes tersebut, Minggu (1/2/2026).
Rombongan yang berjumlah sekitar 120 jemaah tersebut tiba menggunakan dua unit bus. Kunjungan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus memohon doa restu dari pengasuh pesantren sebagai ikhtiar spiritual dalam menyongsong bulan penuh rahmat dan ampunan.
Majelis Ta’lim Roudhotul Jannah dikenal sebagai wadah dakwah dan pendidikan Islam yang menitikberatkan pada pembinaan akidah serta pembentukan akhlak mulia. Melalui silaturahmi lintas daerah ini, diharapkan terjalin ukhuwah Islamiyah yang semakin kuat antarjamaah.

Pengasuh PP Matholi’ul Anwar Lamongan, KH Ahmad Taufiq, menyambut hangat kehadiran para jamaah. Ia menuturkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna. Silaturahmi ini, kata dia, berawal dari komunikasi singkat melalui media sosial tanpa perencanaan panjang.
“Silaturahmi ini terjadi secara alami. Jamaah menghubungi pengurus pesantren melalui media sosial, lalu berkunjung dengan niat tulus untuk bersilaturahmi dan berdoa bersama,” ungkap KH Ahmad Taufiq.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Dzuhur berjamaah di Mushola Asrama Putra PP Matholi’ul Anwar, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren.
KH Ahmad Taufiq juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, selain mempererat persaudaraan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penyegaran batin dan refleksi spiritual. “Kegiatan silaturahmi dan rekreasi sangat penting agar umat Islam dapat mentadabburi ciptaan Allah SWT serta memperkuat keimanan,” tuturnya.
Kunjungan ini mencerminkan semangat umat Islam dalam mempersiapkan diri menyambut Ramadan secara lahir dan batin. “Melalui penguatan spiritual, doa bersama, serta jalinan persaudaraan yang hangat dan penuh keikhlasan”, pungkas Kiai Taufiq. (dam)





































