SURABAYA | duta.co – Soliditas Muslimat NU memang luar biasa. Isi pertemuan dengan PWNU yang menyebar di media, ternyata jamaah Muslimat NU memiliki catatan sendiri. Melalui pesan elektronik, hampir seluruh jamaah Muslimat NU di Jawa Timur telah membaca kronologi yang ditujukan kepada seluruh ketua PC Muslimat NU se-Jatim.

“Ass. Wr. Wb. Dengan ini kami memberitahukan bahwa pd hari Selasa 13 Maret 2018 sekitar pukul 13.30 – 15.00 wib, PW Muslimat NU Jatim mendapat undangan dr PWNU jatim utk  silaturrahim & tabayyun ttg teknis administrasi organisasi, adapun hasil silaturrahim adalah sbb,” demikian pembuka surat tersebut.

Ada tujuh point, selain point doa (6) dan foto bersama (7) ada poin yang menarik dicermati. Pertama, “Hadir dalam silaturrahim seluruh pengurus harian PWMNU sebanyak 11 orang diterima dengan ramah oleh jajaran syuriyah dan tanfidhiyah PWNU Jatim sebanyak 8 orang, beliau Kiai Mutawakkil (Ketua PWNU red) sangat kaget karena yang hadir dari unsur harian lengkap, hingga dengan bercanda menggunakan tangan beliau menghitung jumlah yang hadir sambil berkelakar, akan disiapkan sesuatu. Situasi silaturahim kami merasakan penuh keakrapan, harmonis dan saling canda antara PWNU dan PW Muslimat NU,” tulisnya.

Point berkutnya adalah penjelasan PW Muslimat NU yang diwakili oleh Ibu Masruroh Wahid, isinya: a. Pada hakekatnya yang dilakukan Muslimat adalah membantu NU menegakan ajaran Islam Ahlussunah WalJamaah An Nahdliyah. b. Muslimat tanpa NU tidak bisa di sebut Muslimat NU, NU tanpa Muslimat akan sepi dari aktifitas. c. Saya mohon maaf bila khilaf dalam menjalankan administrasi organisasi dan kekhilafan itu dari saya pribadi bukan dari ibu-ibu yang hadir di sini apalagi Ibu Khofifah.

Berkaitan surat yang saya (Nyai Masruroh red.) berikan kepada PC Kab. Malang itu berkait dengan disiplin karena Ket. PC Kab.Malang merangkap menjadi Timses Gubernur, dan saya tidak pernah membuat surat sejenis kepada PC mana pun. Dalam hal ini, Gus Ali sambil guyon menambahkan, kalau Bu Masruroh  ‘keprucut’ tentang surat, saya keprucut tentang omongan waktu ngaji”.

Deskripsi Hasil Pertemuan ‘Imajiner’ JarmuNU

Tak kalah menarik, hari ini juga viral Deskripsi Hasil Pertemuan Jaringan Muda NU (JarmuNU) di grup-grup WA. Judul dan jumlah pointnya, sama dengan Deskripsi Hasil Pertemuan PWNU Jatim. Bedanya ini terkesan imajiner. Berikut isinya:

1. Fairus Huda (ketua Jarmunu Jatim) meminta sekretarisnya untuk memimpin rapat.

2. Kesempan pertama diberikan kpd Fairous Huda untuk melakukan klarifikasi dan arahan atas tindakan PWNU yg menggunakan organisasi NU untuk mendukung pasangan nomor 2 dlm pilgub jatim. Fairous Huda menegaskan bahwa jangan sampai NU dikorbankan untuk kepentingan politik, eman NU nya. dari awal NU melarang menggunakan simbol dan atribut NU untuk politik. adapun dukungan bersifat pribadi bukan organisasi.

3. Fairous Huda menambahkan dukungan kyai-kyai NU kpd Khofifah-Emil merupakan ijtihad yg sudah melalui serangkaian istikharah dan musyawarah para kiai dan para dzuriyah pendiri NU . artinya ada i’lalnya tdk ujak ujug atau grusah grusuh, maka ini tentunya butuh disampaikan kpd ummat, tujuannya untk kemaslahatan ummat dan nahdliyyin, ada pembagian tugas diantara kader NU sesuai dengan integritasnya Khofifah Emil Gubernur dan Wakil Gubernur, Gus Ipul sudah 10 tahun di Jawa Timur oleh karenanya sudah waktunya berkontestasi di level atasnya lagi.

4. Pihak yang berkaitan menggunakan atribut NU mengaku khilaf atas kejadian dukung mendukung dengan atribut NU dan lainnya untuk mendukung pasangan no.2, dan  berjanji akan mematuhi semua arahan dan perintah khittah NU dan siap menerima sangsi organisasi.

5. Fairous Huda menambahkan bahwa Jarmunu mendapat laporan dari PCNU2 sejatim terkait tim GI yg menggunakan atribut NU  untuk kepentingan politik praktis, maka Jarmunu meminta untuk segera di hentikan dan ditertibkan agar marwah organisasi tetap terjaga. (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.