Saling Dorong, Siswa MTS Hasan Muchyi Kapu Terbentur Meja Meninggal

2988
KAPUREJO : Lokasi kejadian di MTS Hasan Muchyi (Muhamad Mahbub/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Kapurejo berada di RT. 01 RW. 01 Desa Kapurejo Kecamatan Pagu, Jumat (6/9).

Berawal dari aksi dorong teman satu kelas 8 berada di Madarasah Tsanawiyaah Hasan Muchyi, kemudian salah satunya terdorong dan selang 30 menit kemudian menghembuskan nafas terakhir.

KAPUREJO : Lokasi kejadian di MTS Hasan Muchyi (Muhamad Mahbub/duta.co)

Dijelaskan Mahyudin .F .S.Ag, mewakili pihak sekolah saat ditemui di lokasi kejadian, saat memasuki jam istirahat, sejumlah siswa kemudian meninggalkan lokasi kelas.

Saat itulah korban, Ahmad Maulana Rizky (13) warga RT. 02 RW. 02 Desa Semanding Kecamatan Pagu terlihat aksi dorong dengan tyk, teman sekelasnya.

Kemudian anak pasangan Bejo Santoso dan Rumiyati ini jatuh pingsan setelah tubuhnya mengenai bangku kelas. Mendengar suara kegaduhan dan disusul tangisan, sejumlah guru kemudan datang dan langsung melarikan Maulana ke Puskesmas Pagu. “Setelah diperiksa di puskesmas, ternyata dia telah meninggal dunia,” jelas Mahyudin.

Selesaikan Musyawarah

KAPUREJO : Lokasi kejadian di MTS Hasan Muchyi (Muhamad Mahbub/duta.co)

Mendapat laporan, Polres Kediri didampingi Polsek Pagu segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan Olah TKP dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Akhirnya dari pertemuan kedua belah pihak wakil orang tua siswa, laporan ini dicabut dan diselesaikan secara kekeluargaan,” imbuhnya.

Dihadapan para guru, korban memang dikenal anak yang aktif dan tidak bisa diam. Makanya mereka tidak menyangka hanya karena sebatas guyon antar siswa kemudian hingga mengakibatkan jatuh korban.

“Kegiatan belajar mengajar tetap dilanjutkan, karena kami tidak menyangka bila korban akan meninggal,” terang Bahtiar Fuadi, S.Pdi salah satu guru.

Suasana Rumah Duka

KAPUREJO : Suasana rumah duka almarhum Ahmad Maulana Rizky (Muhamad Mahbub/duta.co)

Bahtiar pun sempat datang ke puskesmas, dan terlihat korban mengalami sesak napas namun kemudian menghembuskan nafas terakhir. “Hanya sekitar 30 menit dari kejadian, meski telah mendapat penangganan medis di puskemas namun nyawanya tidak tertolong,” jelasnya.

Sejumlah keluarga dan pelayat pun berdatangan mendatangi rumah duka. Didapat keterangan bapak korban yang bekerja di Surabaya langsung bergegas pulang. “Bapaknya perjalanan pulang,” imbuh Mahyudin. (bub/rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry