Proses penjemuran sale pisang anggur.

TRENGGALEK | duta.co — Pisang merupakan salah satu buah yang memiliki banyak vitamin. Selain itu, banyak olahan makanan berbahan dasar pisang, tak terkecuali sale pisang anggur khas Kabupaten Trenggalek. Uniknya, di tangan Suyono beserta keluarga, produk olahan sale pisang ini dikemas menyerupai buah anggur. Sehingga mampu menarik minat pembeli dan memiliki nilai jual tinggi namun cukup ramah di kantong.

Ide membuat sale pisang anggur ini digagas oleh anak dari Suyono, yang pengemasan sale pisang hanya begitu–begitu saja. Dikatakan Siska Hayu Lutfiana, sale pisang anggur ini menjadi inovasi jajanan khas Kota Keripik Tempe tanpa mengurangi kualitas rasa dan bahan dasarnya.

“Kita mencoba berinovasi dengan melakukan pengemasan sale pisang yang dulunya biasa-biasa saja menjadi lebih menarik. Karena bentuk pengemasan sale pisang pada umumnya berbentuk bulat, akhirnya terfikirkan ide untuk merangkai sale–sale ini berbentuk buah anggur,” ungkap Siska saat ditemui ditempat produksinya, Jumat (25/5/2018).

Diakui Siska, produk sale pisang anggur ini banyak dijumpai di beberapa daerah di luar Kabupaten Trenggalek di antaranya Pacitan dan Ponorogo.

“Bahan baku dari pembuatan sale pisang anggur ini adalah pisang jenis kawak atau dengan nama ilmiah musa acuminate. Pisang ini dipilih karena memiliki kandungan gula yang cukup banyak dan mempunyai cita rasa yang khas,” katanya.

Ibu satu anak ini juga mengatakan, proses pembuatan sale pisang anggur ini cukup mudah. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan buah pisang kawak yang masak dan dikupas sampai bersih. Selanjutnya, pisang diiris tipis-tipis kemudian dijemur di bawah terik matahari selama kurang lebih 2 hari.

“Proses penjemuran dilakukan agar kandungan kadar air dalam buah pisang dapat berkurang. Selama proses pembuatannya sendiri juga tidak menggunakan bahan pengawet atau pun bahan kimia lainnya. Jadi untuk rasa dapat dijamin mutu dan kualitasnya,” tegas Siska.

Dijelaskannya, sebelum masuk ke proses pengemasan, pisang-pisang yang telah dijemur selama 2 hari ini dimasukkan terlebih dahulu ke dalam oven selama 1 jam dengan suhu 60 derajat Celsius. Pengovenan ini dimaksudkan agar pisang lebih awet dan terhindar dari bakteri yang bisa merusak kualitas sale pisang.

Selanjutnya, kata dia, adalah proses pengemasan. Pengemasan sale pisang anggur ini cukup unik, yakni irisan sale pisang yang sudah dijemur dan dioven, digulung hingga membentuk bulatan layaknya buah anggur.

“Setelah dikemas bulat–bulat, selanjutnya disusun sejumlah 10 dan dibentuk seperti buah anggur. Dalam pengemasannya jajanan sale pisang anggur ini dibungkus menggunakan lapisan plastik yang dibalut dengan kertas berwarna-warni dan ditutup kembali dengan plastik. Oleh karena itu, banyak yang mengatakan sale pisang ini dengan sebutan sale pisang anggur 13 warna,” imbuhnya.

Tampilan sale pisang anggur ini ternyata mampu mendongkrak omzet penjualan 2 kali lebih tinggi dari pada sale pisang biasanya.

“Alhamdulillah, selama 2 tahun merintis inovasi sale pisang anggur ini, permintaan pasar terus meningkat. Terlebih menjelang lebaran dan perayaan natal,” imbuhnya.

Pemasaran sale pisang anggur inipun tidak hanya di toko-toko di wilayah Trenggalek saja, melainkan Ponorogo, Madiun, bahkan Magetan. Tingginya permintaan pasar terkadang membuat para pengrajin sale pisang anggur ini kewalahan, pasalnya bahan baku pisang sangat terbatas sehingga harus mendatangkan dari luar kota seperti Tulungagung dan Blitar. (mil)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.