Suasana TKP pembacokan.

TUBAN | duta.co  – Kerap diejek, seorang pria paruh baya asal Desa Tengger Wetan, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban tega bacok leher temannya dengan sebilah sabit besar hingga tewas bersimbah darah.

Peristiwa berdarah tersebut bermula saat tersangka yang diketahui bernama Wasman (56) hendak mencari rumput buat pakan ternak di kebun, saat ditengah jalan tersangka dipanggil korban bernama Kasmu (58) warga Desa Tengger Wetan, Kecamatan Kerek yang saat itu sedang berada di warung kopi tepi jalan Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, Tuban.

Karena kenal dengan korban, tersangka menghampiri korban. Namun saat itu, tersangka justru diejek dan dihina dengan kata-kata kasar oleh korban, tersangka diejek miskin, kerjanya sebagai kuli, dan tidak mungkin bisa bikin rumah.

Tersangka sempat mengingatkan korban agar tak mengejeknya. Namun korban justru mengatakan, “saya bicara seperti itu terus kamu mau apa”. Mendengar kata-kata korban membuat tersangka emosi langsung mengeluarkan sabit yang telah dibawanya untuk mencari rumput dan membacok korban hingga meninggal di tempat.

“Tersangka dan korban ini sudah saling kenal, tersangka dipanggil di warung kopi. Bisa dikatakan tersangka ini sering dibully oleh korban, tersangka emosi dan spontanitas langsung melakukan hal tersebut,” terang Kapolres Tuban AKBP Darman saat ditemui awak media di Mapolres Tuban.

Korban tewas akibat luka bacokan sebanyak dua kali, korban dibacok tersangka di bagian leher hingga tulang rahang, bacokan kedua mengenai tangan kiri mengakibatkan tiga jari korban putus.

Korban tewas dengan kondisi bersimbah darah dan sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut juga tidak berani melerai. Hingga akhirnya, pelaku sambil membawa sajamnya menyerahkan diri ke Polsek Kerek

“Setelah membacok, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Kerek,” ujar perwira angkatan Akpol 2000 ini

Lebih lanjut, perwira asal Kabupaten Demak Jawa Tengah ini juga menegaskan motif penganiayaan yang berujung korban meninggal itu di sebabkan sakit hati karena tersangka sering dihina atau di bully.  Bahkan, selama ini mereka berdua juga sering cekcok terkait masalah sepele.

“Motifnya sakit hati. Tersangka dengan korban sering cekcok hal sepele,” pungkas perwira yang pernah menjabat sebagai Kapolres Sumenep ini. (sad)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry