Drs H Abdul Kholiq (kiri) dan Dr H Hidayat Nur Wahid (Foto: Antara/HO-Aspri/am).

SURABAYA | duta.co – Media sosial nahdliyin, hari ini Kamis (30/9/2021), rame dengan postingan gambar Dr H Hidayat Nur Wahid dengan tuduhan sebagai putra anggota Barisan Tani Indonesia (BTI) yang berafiliasi dengan PKI (Partai Komunis Indonesia).

“Jagat Politik sudah menghalalkan segala cara.  Ironisnya, ini juga menimpa warga nahdliyin. Dengan gaya bertanya kebenarannya, gambar ini dishare kembali, goreng kembali,” demikian Drs H Abdul Kholiq, Ketua PC GP Ansor Jombang tahun 90-an kepada duta.co, Kamis (30/9/21),  usai melihat gambar HNW dengan tuduhan sebagai putra anggota BTI.

Menurut Cak Kholiq, panggilan akrabnya, kelompok anti-PKS sekarang ini, kehilangan kendali. Tidak lagi memiliki amunisi untuk melawan PKS.  Setidaknya, setelah isu wahabi dan radikalisme tidak mempan.

Apalagi, lanjutnya, kader-kader PKS yang dari NU justru aktif menggelar ziarah kubur, yasin-tahlil, istighotsah. “Bahkan PKS satu-satu partai politik yang berhasil merawat agenda penting,  Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK). Ini sangat berarti bagi pesantren. Dengan begitu penggorengan HNW putra anggota BTI, justru menaikkan pamor PKS,” tambahnya.

Mau Fitnah Lagi?

HNW sendiri menjelaskan, bahwa, tuduhan ayahnya seorang anggota BTI (Barisan Tani Indonesia) yang merupakan organisasi underbow PKI, sangat ngawur.  HNW mengatakan hal tersebut sebagai fitnah lama sejak 2017. Bahkan menurutnya ia berkali-kali melakukan klarifikasi.

Kali ini, pertanyaan langsung ditujukan kepada HNW oleh Ayang Utriza Yakin, Wakil Ketua LTM PBNU Wakil Rais Syura PCI NU Belgia.

“Itu fitnah lama, sejak September 2017, sudah saya klarifikasi,” jelas HNW melalui akunnya @hnurwahid pada 29 September 2021 seperti termuat di seputartangsel.pikiranrakyat.com.

Hidayat Nur Wahid pun menjelaskan siapa ayahnya, nama dan pekerjaannya yang seorang guru. HNW menjawab ayahnya seorang PNS  guru yang pensiun pada 1995 yang juga aktifis Muhammadiyah.

“Ayah saya;HM Syukri SD, BA. Bukan anggota BTI sbgmn anda sebut. Ayah saya Guru&PNS dari SR-SMP hingga SPG, pensiun th 1995. Beliau aktifis/pengurus Muhammadiyah,mustahil jadi BTI/PKI,” tulisnya menjawab pertanyaan Ayang Utriza Yakin.  “Cukup? Atau mau fitnah lagi? Trims,” tutupnya singkat.  (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry