
PASURUAN | duta.co – Semangat kebersamaan antara pemerintah (umara) dan tokoh agama (ulama) mewarnai kegiatan Safari Ramadhan 1447 H yang digelar di Masjid At-Taqwa, Dusun Ngemplak, Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Minggu (01/03/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KUA Kecamatan Rejoso, MWC NU Rejoso, Forkopimka, hingga Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Pasuruan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Rejoso, Yusuf Widodo, S.Ag, M.Pd.I, bersama jajaran penyuluh agama.
Acara diawali dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah, dilanjutkan dengan Khotmil Qur’an. Prosesi pembukaan ditandai dengan pembacaan Ummul Kitab oleh Rois Syuriyah MWC NU Rejoso, KH. Abd. Muid. Selanjutnya sambutan disampaikan Ketua DP MUI sekaligus Ketua MWC NU Rejoso, KH. Lutfi Adnan, M.Pd.I.
Tak hanya seremoni, kegiatan ini juga diisi aksi sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada kaum dhuafa secara simbolis oleh Yayasan Sosial Mabarrot.

Mewakili Ketua DP MUI Kabupaten Pasuruan, KH. Dumairi Nalim dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah di bulan suci Ramadhan.
“Ramadhan adalah momentum kita bersatu, baik dari NU, Muhammadiyah, maupun elemen umat Islam lainnya. Persatuan adalah kekuatan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan DP MUI Kabupaten Pasuruan, KH. Muzammil Syafi’i, dalam mauidzoh hasanahnya mengingatkan besarnya keutamaan bulan Ramadhan. Mengutip hadits riwayat Abu Hurairah RA, ia menjelaskan bahwa puasa yang dilandasi iman dan keikhlasan dapat menghapus dosa-dosa masa lalu.
“Ramadhan adalah jalan tol menuju ampunan Allah SWT. Manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya,” ujarnya.
Menjelang penutupan acara, Ketua DP MUI Kabupaten Pasuruan, KH. Nurul Huda, memberikan edukasi tentang zakat fitrah. Ia menegaskan bahwa zakat fitrah merupakan penyempurna ibadah puasa Ramadhan.
“Zakat fitrah adalah zakat jiwa. Fungsinya mensucikan diri dan harta dari kekhilafan selama bermuamalah. Syaratnya muslim, menjumpai Ramadhan dan Syawal, serta memiliki kelebihan rezeki,” jelasnya.
Ia juga memaparkan bahwa zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk makanan pokok berupa beras sebanyak 1 sho’ atau setara 2,8 kilogram, yang demi kehati-hatian digenapkan menjadi 3 kilogram.
Turut hadir dalam rombongan Tim DP MUI Kabupaten Pasuruan antara lain Sekretaris KH. Syamsul Maarif dan KH. Ahmad Mawardi, S.Ag, serta sejumlah tokoh agama setempat.
Ditemui di sela kegiatan, Kepala KUA Rejoso, Yusuf Widodo, berharap sinergi antara ulama dan umara terus terjalin.
“Ini menjadi jembatan memperkuat silaturahmi lintas sektoral. Jika ulama dan umara kompak, masyarakat akan tenang dan sejahtera,” pungkasnya. (Puj)




































