
SURABAYA | duta.co – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Masjid Asakinah Putra Bangsa, Jalan Arif Rahman Hakim 107–109 Surabaya, Selasa (10/3/2026). Ratusan jamaah, anak yatim, serta warga dhuafa berkumpul dalam kegiatan Safari Ramadan dan santunan dengan tema “Islam yang Menyelamatkan”.
Kegiatan yang menghadirkan Ustadz Marzki Imron sebagai penceramah itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial melalui santunan bagi anak yatim dan masyarakat kurang mampu di sekitar masjid.
Ketua Umum Masjid Asakinah Putra Bangsa Dr. H. Hufron, S.H., M.H. menjelaskan bahwa kegiatan santunan sebenarnya merupakan program rutin yang digelar setiap bulan oleh pengurus masjid. Namun karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, santunan tersebut dikemas bersama kegiatan buka puasa bersama.
“Sebetulnya ini kegiatan rutin kita setiap bulan, yaitu santunan untuk anak yatim dan para dhuafa di sekitar Masjid Asakinah. Karena bertepatan dengan Ramadan, maka kita gabungkan dengan acara buka puasa bersama,” ujar Hufron.
Pada kegiatan kali ini, pengurus masjid menyiapkan sekitar 300 porsi hidangan berbuka puasa bagi jamaah dan masyarakat yang hadir. Program santunan tersebut juga dilakukan secara bergilir bagi warga di sejumlah wilayah sekitar masjid, seperti Wiyung dan Andalus, dengan proses seleksi melalui RT, RW, serta tim remaja masjid agar bantuan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, hari ini yang datang bahkan melebihi undangan. Ini menunjukkan bahwa kegiatan masjid benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Hufron, berbagai kegiatan sosial di Masjid Asakinah dapat berjalan berkat dukungan para pengurus serta donatur, salah satunya bendahara masjid Tony, yang membantu mendukung pembiayaan program-program kemaslahatan umat.
Ia berharap keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar.
Selain program santunan, Masjid Asakinah juga memiliki program makan siang gratis bagi jamaah yang digelar setiap Senin hingga Kamis. Program ini terbukti mampu meningkatkan jumlah jamaah yang datang ke masjid.
“Dulu awalnya hanya tiga shaf jamaah, sekarang sudah bisa empat sampai lima shaf. Alhamdulillah, ini menunjukkan masjid semakin hidup dan memberikan manfaat,” jelasnya.
Khusus selama Ramadan, pengurus masjid tidak hanya menyiapkan menu iftar atau berbuka puasa, tetapi juga menyediakan sahur bersama sekitar 20 porsi setiap harinya. Program ini diperuntukkan bagi jamaah, termasuk para pekerja malam seperti ojek online yang sering singgah di masjid.
Salah satu pengemudi ojek online, Lukman, mengaku sangat senang bisa berbuka puasa di Masjid Asakinah. Menurutnya, suasana masjid membuat siapa pun merasa diterima seperti berada di rumah sendiri.
“Saya senang sekali singgah di sini. Masjid ini benar-benar memanusiakan orang, rasanya seperti di rumah sendiri. Kadang kalau narik penumpang jauh dan sudah mendekati waktu magrib, saya mampir dulu ke sini,” ujarnya.
Ia bahkan kerap berbuka puasa di masjid tersebut sebelum kembali bekerja. “Takjilnya enak, apalagi rawonnya,” kata Lukman sambil tersenyum.
Bagi pengurus masjid, kehadiran para pekerja seperti ojek online menjadi bagian dari keluarga besar Masjid Asakinah. Mereka diperbolehkan beristirahat, menunggu penumpang, hingga menunaikan ibadah di lingkungan masjid.
Dengan berbagai program sosial tersebut, pengurus berharap Masjid Asakinah Putra Bangsa dapat terus menjadi masjid yang dicintai masyarakat, sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. (gal)





































