Keterangan foto rmol.co

JAKARTA | duta.co – Anak muda tak boleh latah. Apalagi masuk gerbong politik. Itulah pemandangan puluhan remaja mengatasnamakan diri Rumah Gerakan 98 melakukan long march menuju Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/12) dengan agenda menolak Ode Baru.

“Hari ini kita akan deklarasikan gerakan anak muda untuk melawan orde baru,” tegas orator aksi dengan pakaian mayoritas hitam.

Dalam orasinya, dia lantang mengingatkan, Orde Baru adalah masa kelam di mana rakyat Indonesia tidak memiliki kebebasan untuk berpendapat dan berkreasi.

“Ada yang mengatakan akan mengembalikan kejayaan Orde Baru di tahun depan, maka kita lawan bersama-sama,” serunya melalui pengeras suara.

Menariknya, tidak semua peserta deklarasi yang diawali long march dari Tugu Tani itu memahami apa itu Orde Baru.

Salah satunya diungkapkan Saddam. Dia mengaku baru tahu orde baru saat dijelaskan Ketua Umum Rumah Gerakan 98, Bernard Haloho.

“Tadi diceritakan oleh ketua di sana, karena adanya dulu seorang Presiden Soeharto, dia memenjarakan ulama. Sehingga kita harus melawan itu,” ungkapnya saat berbincang bersama redaksi rmol di lokasi.

Saat ditanya, apa beda rezim orde baru dengan Pemerintah Presiden Joko Widodo saat ini di mana beberapa ulama diperkarakan hukum. Sadam pun kesulitan menemukan perbedaan itu.

“Mungkin sedikit sama,” jawab Saddam yang baru berusia 18 tahun ini. Walah! (lov,rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.