UKM : Ir. Nursyamsu Mahyuddin, MSc, pratikisi bisnis dan pemilik sejumlah perusahaan (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI | duta.co – Menjadi pebisnis yang mendunia menjadi harapan hampir seluruh orang. Namun, terkadang banyak orang justru bingung memulainya. Apalagi sampai ekspor ke luar negeri, sementara untuk mencari pembeli di dalam negeri saja masih sulit.

Banyak orang tidak sadar, bahwa keberadaan barang-barang di sekitar mampu bisa menjadi produk yang laku di pasaran internasional. Semua terletak bagaimana seseorang memandang barang tersebut, mau dijadikan barang yang dianggurkan dan tidak bernilai apa-apa, atau memanfaatkannya menjadi barang yang berharga.

Ditemui usai memberikan materi Pelatihan Ekspor UKM Academy digelar Frescoworking, Kamis (8/11/2018), secara khusus wawancara praktisi bisnis ekspor Ir. Nursyamsu Mahyuddin, MSc. yang juga merupakan Trainer Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia pada Kementerian Perdagangan RI.

Perlu diketahui, Nursyamsu memiliki sejumlah perusahaan yang telah mampu menembus pasar dunia. Ada 10 tips khusus disampaikan saat wawancara agar dijadikan pegangan bagi pelaku UKM khususnya pebisnis ekspor pemula agar menjadi juragan.

  1. Tetapkan produk andalan dan pilih negara tujuan ekspor (NTE).

Produk menjadi barang utama yang harus disiapkan saat memulai dagang. Tentu, karena produk itulah yang akan diperjual-belikan di dalam maupun luar negeri. Banyak barang-barang di sekitar yang sebenarnya memiliki daya jual ekspor yang di luar negeri tidak ada.

Selain itu, menentukan negara tujuan ekspor juga menjadi kunci. Pilih negara tujuan yang sudah modern tapi masih bisa terjangkau. Jangan memilih negara yang masih tradisional. Bisa juga memanfaatkan www.trademap.org untuk menelusuri negara-negara tersebut.

  1. Siapkan perlengkapan tempur alias alat promosi.

Perlengkapan tempur tersebut meliputi; kartu nama, brosur, katalog, spesifikasi produk, dan harga. Sertakan juga harga yang dibandrol jika sampai ke negara tujuan ekspor.

  1. Bangun jejaring bisnis dalam negeri maupun luar negeri

Pelaku usaha dapat membangun jejaring bisnis baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tujuannya, agar pemasaran produk bisa berjalan maksimal berkat bantuan jejaring tersebut.

Dalam negeri, pelaku usaha bisa memanfaatkan pemerintah melalui Dinas UMKM dan Disperindag. Juga bisa Asosiasi seperti AEKI, ASPERHORTI dan lainnya. Serta komunitas pengusaha seperti TDA dan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia.

Jejaring luar negeri bisa memanfaatkan Atase Perdagangan (ATDAG) yang bisa diakses melalui www.djpen.kemendag.go.id, atau bisa juga melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang bisa diakses melalui link yang sama.

  1. Wajib memiliki website tentang usaha yang digeluti

Website menjadi kebutuhan wajib bagi pemilik usaha yang ingin go internasional. Dengan tujuan pembeli akan merasa yakin dan bisa review produk serta perusahaan yang dimiliki.

Konten yang harus disiapkan di dalam website tersebut meliputi ; halaman muka atau home yang memaparkan perusahaan, tentang perusahaan, uraian tentang produk, galeri foto, link email yang bisa dihubungi, FAQ atau jawaban atas pertanyaan yang sering ditanyakan, dan artikel yang berkaitan dengan produk.

  1. Promosi dan mencari pembeli melalui internet

Yang tak kalah penting dalam berbisnis yaitu promosi dan melakukan pencarian segmen pembeli lewat portal-portal bisnis dan media sosial. Seperti www.alibaba.com, www.tradeboss.com, facebook, dan lain sebagainya.

  1. Optimalkan search engine web yang dimiliki

Agar website yang dimiliki muncul di atas saat pencarian di laman google perlu trik-trik tertentu. Langkah ini biasa disebut dengan istilah SEO yang bisa dipelajari melalui jasa belajar di link www.marketbiz.net, www.belajarseo.org atau banyak lagi lainnya.

  1. Siapkan model-model surat di dalam komputer

Penyiapan surat-surat diperlukan, karena tidak menutup kemungkinan surat tersebut pasti dibutuhkan saat waktu tertentu dan harus siap. Surat tersebut meliputi; surat perkenalan, surat penawaran, dan sales contract.

  1. Siapkan sample produk unggulan

Nah, langkah ini penting. Karena tentu saja, setiap pembeli sebelum mengambil keputusan untuk membeli produk, mereka ingin melihatnya berdasarkan sample yang ada. Jika tidak ada sample, hal itu akan menurunkan keyakinan pembeli.

  1. Ikuti pameran dagang di dalam dan luar negeri

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari keikutsertaan saat momen pameran. Jika mampu, tidak perlu khawatir untuk mengikuti juga pameran-pameran yang ada di luar negeri. Sebab, hal itu bisa menambah efektifitas memperoleh pembeli.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Association of the German Trade Fair Industri (AUMA) tahun 2009 lalu menyimpulkan bahwa pameran bisa efektif memperoleh pembeli berdasarkan faktor pameran dagang 81%, personal sales 74%, direct mailing 53%, advertising in trade journal’s 49%, event 43%, public relations 41%, dan internet sales 36%.

  1. Sempatkan waktu di depan komputer 2 jam dalam sehari

Langkah ini diperlukan untuk melakukan beberapa hal untuk meningkatkan bisnis yang sedang dijalani. Bisa untuk mempelajari data ekspor-impor, menganalisa market, mendaftar di portal-portal bisnis, melakukan langkah SEO, mengenali NTE, dan hunting pembeli.

“Dari kesepuluh langkah tersebut di atas, ada satu hal yang harus dijalankan setiap pebisnis hebat, yaitu istiqomah menjalani rutinitas 10 hal tersebut. Jangan lupa berdo’a dan bersedekah,” terang Nursyamsu. (ian/nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.