Kepala Dinas PU Binamarga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi

SURABAYA | duta.co – Masyarakat pengguna jalan di Legundi perbatasan Gresik dan Mojokerto sepertinya harus lebih bersabar. Karena jembatan Sumber Rame sedang dalam perbaikan sehingga mengakibatkan keacetan.

Bahkan untuk kendaraan ukuran besar diminta untuk tidak merlewati jembatan ini hingga perbaikan selesai.

Kondisi jembatan ini, rusak dan ambles sehingga rawan kecelakan. “Saat malam pengguna jaan yang jarang lewat jembatan ini pasti kaget. Posisi jembatan lebih rendah dari jalannya karena ambes,” terang Kepala Dinas PU Binamarga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi, di Surabaya Senin (12/8/2019).

Sat ini sedang dilakukan perbaikan jembatan. Untuk sementara pengguna jalan akan dilewatkan jalan darurat. Jembatan ini hanya bisa dilaui mobil kecil.

“Bisa dilalui roda dua dan roda empat tapi jalannya bergantian. Untuk mobil besar diharapkan mencari jaur lain,” ungkapnya.

Jalan darurat ini akan dilewatkan bawah melalui sungai yang mengering. Sehingga pengerjan jembatan ini juga kejar-kejaran dengan musim penghujan.

Pihaknya mengaku, rusaknya jembatan Sumber Rame banyak dikeluhkan masyarakat.

“Sebenarnya jembatan ini sangat strategis, menghubungkan antara Legundi, lewat Wringinanom langsung menuju Penopo, Kab Mojokerto. Kalau jembatan itu sudah diperbaiki, maka lalu lintas berjalan normal. Karena selain diperbaiki juga diperlebar,” ujarnya.

Awalnya, jembatan Sumberame memiliki lebar jalan 10 meter. Nantinya, akan dilebarkan menjadi 14 m, dengan menambah lebar jalan 2 m dari sisi kanan dan kiri jembatan. Pembangunan jembatan sudah dimulai 26 Juni lalu, dan diharapkan selesai 17 Desember 2019.

“Biaya pembangunan jembatan ini sebesar Rp 2,4 miliar,” tegasnya. zal

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.