
SURABAYA | duta.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur menggelar ajang Rupiah Java Run 2026 (RJR 2026) di Surabaya, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor sport tourism dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dipusatkan di Tugu Pahlawan, event lari tahunan edisi kedua ini diikuti sebanyak 3.000 peserta yang melintasi rute 5 km dan 10 km.
Selain kompetisi olahraga, rute lomba sengaja dirancang melintasi kawasan bersejarah Kota Surabaya, seperti Kota Lama, De Javasche Bank, hingga kawasan Kya-Kya (China Town), sebagai langkah mempromosikan warisan budaya lokal kepada para pelari.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyampaikan bahwa RJR 2026 mengintegrasikan olahraga dengan edukasi literasi keuangan serta pengembangan ekonomi inklusif.
”Ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperluas jangkauan edukasi Rupiah kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sejalan dengan meningkatnya minat terhadap gaya hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Ibrahim saat menyerahkan medali kepada juara kategori nasional 10 km.
Prosesi flag off dipimpin oleh Ibrahim bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya. Sinergi ini ditujukan untuk menjaga kelanjutan momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang tercatat tumbuh 5,72% (year-on-year) pada triwulan II 2026.
Selain ajang lari, acara disemarakkan dengan bazar kuliner UMKM binaan BI dan Pemkot Surabaya, sosialisasi kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, perluasan digitalisasi pembayaran via QRIS, serta berbagai perlombaan seperti mewarnai, memasak, jingle, mural, dan Pojok Edukasi.
Melalui kolaborasi ini, Bank Indonesia berkomitmen terus mendukung pengembangan UMKM dan pariwisata daerah guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusif. ril/lis






































