KORNET RENDANG: Nur Efendi, CEO Rumah Zakat merilis Superqurban kornet rending, varian baru dari produyk kornet yang sudah ada. Tujuannya memberi nil,ai tambah dari daging kurban sehingga bisa dimanfaatkan lebih lanjut (duta.co/dok rumah zakat)

SURABAYA | duta.co – Memaksimalkan daging qurban yang ada, Rumah Zakat (RZ) merilis produk hasil kurban sehingga tahan lama dan bisa didistribusikan. RZ salah satu fungsinya sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat, merilis program Superqurban sejak tahun 2000. Superqurban merupakan optimalisasi daging qurban yang diolah menjadi kornet.  Kornet Superqurban didistribusikan diantaranya sebagai salah satu bahan pangan yang bisa dikonsumsi langsung oleh masyarakat yang terdampak bencana.

BNPB mencatat 1.368 kejadian bencana di tahun 2017. Kejadian ini memberikan dampak pada 1,7 juta penduduk di Indonesia, dengan kerusakan permukiman mencapai 18.983 unit, serta korban meninggal dan hilang 227 jiwa.

Nur Efendi, CEO Rumah Zakat mengatakan seiring berkembangnya kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia dan dunia secara umum, Rumah Zakat menambah fokus alokasi pemberdayaan Superqurban menjadi empat kategori utama: Bantuan bencana dan kemanusiaan, distribusi Superqurban untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses makanan, khususnya yang bersumber dari protein hewani.

“Superqurban menjadi bantuan bagi warga terdampak banjir Belitung Timur di pekan ketiga Juli 2017 ini. Rumah Zakat menargetkan 1.081 Desa Berdaya bisa memperbaiki kondisi sosial masyarakatnya melalu intervensi program pemberdayaan binaan Rumah Zakat,” ujarnya.

Tahun 2017 ini, Rumah Zakat meluncurkan inovasi berupa varian olahan daging Qurban menjadi rendang. “Survei publik secara global yang dirilis oleh CNN Travel, menjadi salah satu indikasi bahwa cita rasa rendang diminati oleh banyak lapisan masyarakat, termasuk masyarakat penerima manfaat yang dibantu oleh Rumah Zakat. Kami berharap Superqurban Rendang bisa menambah manfaat Qurban masyarakat Indonesia yang diamanahkan kepada kami,” papar Nur Efendi, CEO Rumah Zakat.

“Sejak Oktober 2016 hingga Juli 2017 ini, Rumah Zakat telah mendistribusikan 217.057 kaleng kornet Superqurban ke berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara. Dengan dukungan donatur, mitra, dan masyarakat Indonesia secara umum, kami yakin Superqurban varian kornet dan rendang akan bisa membantu dan memberdayakan semakin banyak mereka yang membutuhkan,” jelas Nur.

Nur Efendi, CEO Rumah Zakat menambahkan pihaknya memiliki beberapa program utama yakni pemberdayaan masyarakat, desa berdaya dan rawan pangan. Desa berdaya misalnya para Relawan Inspirasi yang menjadi fasilitator Desa Berdaya, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat seperti kekurangan gizi, jarangnya konsumsi daging, dan lemahnya kondisi ekonomi. Superqurban menjadi salah satu solusi untuk menanggulangi permasalahan ini.

Rumah Zakat juga melakukan ekspedisi dan kolaborasi program untuk memastikan semakin banyak masyarakat di desa-desa pelosok dan pulau terluar di nusantara mendapatkan asupan makanan berbahan dasar daging. Ekspedisi NKRI di koridor Papua bagian selatan bersama TNI Angkatan Darat di Agustus hingga November 2017 ini, akan mendistribusikan 7.500 kornet Superqurban.

“Selain itu melalui program Kapal Nusantara Berdaya yang diluncurkan pada 25 Juli 2017 lalu, Rumah Zakat juga mendistribusikan ratusan kornet Superqurban untuk masyarakat pulau-pulau di kawasan Maluku Utara,” katanya.

Berbagai kondisi krisis pangan yang diakibatkan oleh bencana maupun beragam konflik kemanusiaan, juga menjadi prioritas bagi Rumah Zakat untuk mendistribusikan Superqurban. Bencana gempa bumi di Nepal (Desember 2015), konflik di Myanmar (Desember 2016 dan Juni 2017), pengungsi Suriah di perbatasan Turki (Mei 2016), hingga kelaparan di Somalia (April, 2017) menjadi sejumlah upaya Rumah Zakat untuk memberikan bantuan di daerah rawan pangan. (imm)

 

 

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry