RUMAH BUMN : Dharma Sunyata, Senior manager Of Communication & CSR PT Semen Gresik (kanan) menunjukkan secara Langsung hasil produk UMKM yang ada di Rumah BUMN Rembang, Kamis (16/12/2021). DUTA/wiwiek

REMBANG | duta.co – Kehadiran dunia industry di Rembang, Jawa Tengah membawa dampak positif tidak hanya bagi warga sekitar pabrik tapi seluruh warga di kota itu. Dulu, saat pabrik itu akan berdiri, Rembang menjadi kota ketiga termiskin di Jawa Tengah, kini posisinya berada di nomor enam.

Ini semua karena kolaborasi dan peran serta semua pihak khususnya pemerintah setempat dengan dunia industri. Salah satunya PT Semen Gresik Tbk (SG), salah satu anak usaha dari PT SIG Tbk.

Dengan membangun pabrik di kota itu, SG pun melakukan tugasnya untuk membina warga setempat dalam program bina lingkungannya. Sejak 2014 hingga saat ini, peogram itu tidak pernah terputus dan terhenti.

Salah satu yang dilakukan adalah membina pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di kota itu. Pembinaan dilakukan dengan berbagai macam cara agar UMKM bisa meningkatkan kualitas produk, kemasan dan sebagainya. Serta ke depan bisa lebih ‘naik kelas’.

Ada banyak pelaku UMKM binaan SG di kota itu, mulai dari batik hingga kopi. Bahkan, SG sendiri membuka Rumah BUMN khusus untuk memajang produj-produk UMKM Rembang yang sudah lolos seleksi dan kurasi.

Ada 231 pelaku UMKM yang tergabung di Rumah BUMN ini. Dari total itu, bisa menyerap 1.400 tenaga kerja. “Sebenarnya jumlahnya lebih banyak lagi tapi, tidak semua kami bisa tampung. Kami kurasi dulu produknya agar bisa layak jual,” kata Dharma Sunyata, Senior manager Of Communication & CSR PT Semen Gresik saat kunjungan media ke Rumah BUMN Rembang, Kamis (16/12/2021).

Selain itu, untuk memberdayakan masyarakat lainnya, SG membuka program Social Enterprise di mana 52 persen dari program ini adalah saham dari SG dan sisanya adalah saham BUMDes di enam desa di sekitar pabrik Rembang.

“Hak Semen Gresik untuk deviden tidak diambil namun dikembalikan ke desa itu, tapi tidak berupa uang tunai melakukan lewat kegiatan yang bermanfaat agar desa-desa itu bisa mandiri. Tidak ‘jagakne’ kami,” jelas Dharma. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry