
SURABAYA | duta.co – Layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya tetap buka dan siaga selama libur Lebaran. Sebanyak 7 ribu personil disiagakan di masa itu.
Direktur RSUD dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.DVE., Subsp.DAI., FINSDV., FAADV., MARS mengatakan pihaknya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berjaga selama libur.
“Kamu siapkan dokter subspesialis, dokter spesialis, dokter yang berjaga onsite maupun on call, kemudian perawat hingga petugas lainnya sampai kasir,” ujar Prof Cita, Senin (16/3/2026).
Selain SDM, sarana dan prasarana juga sudah diiapkan, mulai dari obat-obatan, ketersediaan darah, alat kesehatan (alkes), alat kedokteran (aldok), hingga sistem pelayanan. Sistem rujukan terpadu juga tetap berjalan selama masa libur Lebaran.
Rumah sakit kata Prof Cita juga sudah melakukan antisipasi jika terjadi lonjakan pasien rawat inap. Penambahan tempat tidur sudah disiapkan jika dibutuhkan.
“Kami tetap menyiapkan 1.188 tempat tidur. Sebenarnya kapasitas itu masih bisa diperluas jika diperlukan, tetapi tentu kami berharap tidak sampai perlu melakukan penambahan,” tandasnya.
Penyakit Selama Libur
Dua tahun terakhir, kata Prof Cita, selama rentang libur Lebaran ada sekitar 10 penyakit terbanyak. Di antaranya kelainan darah, penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi, gangguan elektrolit, serta gangguan gastrointestinal seperti diare dan muntah.
“Jadi sebenarnya kasus yang paling banyak bukan kecelakaan, tetapi lebih ke penyakit metabolik dan penyakit non-kecelakaan,” katanya.
Diakui Prof Cita, pasien yang datang ke RSUD dr Soetomo sebagian memang penyakit bawaan, tetapi sering kali dipicu oleh pola hidup saat Lebaran. Misalnya penderita hipertensi yang mengonsumsi makanan terlalu asin, atau penderita diabetes yang makan makanan manis secara tidak terkontrol.
“Selain itu, ada juga kasus diare atau muntah yang dipicu makanan yang sudah kedaluwarsa atau tidak layak dikonsumsi,” katanya.
Antisipasi bagi Pasien dengan Penyakit Kronis
Untuk penyakit kronis, rumah sakit sudah mengantisipasi sebelum masa libur dengan memastikan pasien mendapatkan obat yang cukup hingga setelah liburan. Namun jika di tengah libur mereka perlu mengambil obat, layanan tetap disiapkan.
“Apabila terjadi kondisi darurat, Instalasi Gawat Darurat (IGD) kami juga siap melayani,” ungkap Prof Cita. ril/lis





































