Ketua Yarsis Mohammad Nuh (kanan) menunjukkan fasilitas yang ada di RSI Nyai Ageng Pinatih di Gresik kepada para tamu saat pembukaan, Sabtu (9/10/2021). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) menambah satu lagi rumah sakit yang berada di bawah naungannya. Yakni RSI Nyi Ageng Pinatih di Gresik. eresmian rumah sakit tersebut dilakukan Ketua Yarsis, Mohammad Nuh, Sabtu (9/10/2021).

Dengan diresmikannya rumah sakit itu, berarti bertambah satu lagi lokasi yang bisa dijadikan tempat praktik mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Seperti diketahui, Unusa juga berada di bawah naungan Yarsis seperti halnya RSI Surabaya Ahmad Yani dan Jemursari.

Wakil Rektor III Unusa, drg Umi Hanik mengaku senang dengan diresmikannya RSI Nyai Ageng Pinatih ini. Karena dengan begitu, mahasiswa Unusa khususnya yang memilih jurusan kesehatan memiliki banyak pilihan untuk mempraktikkan ilmu yang didapatnya selama menempuh pendidikan di Unusa.

“Khusus bagi mahasiswa kesehatan, ini akan jadi tempat praktik baru. Tidak perlu ke tempat lain karena Yarsis sudah menyediakannya,” ujar Umi Hanik.

Sebelumnya RSI Nyai Ageng Pinatih adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyai Ageng Pinatih Gresik. Yarsis mengubah menjadi RSI Nyai Ageng Pinatih dan menjadi rumah sakit umum tipe C.

Perubahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus tempat pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan Unusa dan lainnya.

“Kami akan memperluas cakupan layanan dan kualitas kesehatan dan karenannya kami tingkatkan dari RSIA menjadi rumah sakit umum tipe C, dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 107. Layanannya kami perluas dan kualitas kami tingkatkan,” kata Ketua Yarsis, Mohammad Nuh.

Sejak 19 Oktober 2019 RSIA Nyai Ageng Pinatih secara resmi bergabung dengan Yarsis. Mohammad Nuh, selaku Ketua Umum Yarsis, mengatakan, penggabungan RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik ke dalam Yarsis bersama-sama RSIS A.Yani dan RSIS Jemursari dimaksudkan untuk memperkuat sinergi dan berbagi sumberdaya, dengan harapan mampu memberikan layanan maksimal kepada masyarakat Gresik dan sekitar.

Nuh menjelaskan, dengan berbekal pengalaman dan sumberdaya yang dimiliki, melalui kerjasama dengan PCNU-Muslimat, Yarsis akan terus mengembangkan rumah sakit di beberapa daerah. Ini semua dilakukan karena layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan.

Sebagai gambaran, jumlah bed per seribu penduduk baru 1,18 bed. Di Asia (20 negara) rata-rata 3,3 bed per seribu penduduk. Demikian pula jumlah dokter,0 baru 0,4 dokter per seribu penduduk, sedangkan di Asia 1,2 dokter per seribu penduduk.

“Inilah salah satu alasan mengapa kami berupaya terus mengembangkan rumah sakit di beberapa daerah melalui skema kerjasama dengan PCNU-Muslimat, sekaligus kita dedikasikan dalam rangka 100 tahun Nahdlatul Ulama,” katanya.

Karena keterbatasan lahan sekitar 3.000 m2, maka konsep RSI Nyai Ageng Pinatih mengambil Small in Modernity (kecil namun modern). Kamar Operasi misalnya, menggunakan kamar operasi berbasis MOT (Modular Operating Theater) dengan dual pressure, bisa memilih yang bertekanan negatif atau positif. Ini sangat dibutuhkan, khususnya saat Pandemi Covid.

“Kami bertekad untuk meningkatkan modernitas tersebut melalui kualitas infrastruktur, alat kesehatan, sistem informasi dan layanan, serta kualitas para dokter, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya,” katanya.

Di samping melayani layanan kesehatan bagi masyarakat, RSI Nyai Ageng Pinatih ini juga sebagai tempat pembelajaran bagi mahasiswa Unusa, khususnya mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan. Di Kamar Operasi misalnya, dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan mahasiswa Unusa yang berada di Surabaya (dimanapun) bisa mengikuti secara langsung proses operasi yang sedang di lakukan di RSI Nyai Ageng Pinatih.

Demikian juga mahasiswa di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang lain. Intinya, rumah sakit yang kami bangun, tidak hanya untuk layanan kesehatan, tetapi sekaligus sebagai saranan pembelajaran. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry