VAKSIN LANSIA : Prof Tommy Sunartomo (tengah) bersama istrinya Nana Tommy berbincang dengan petugas dari RSI Ahmad Yani Surabaya sebelum vaksinasi, Selasa (23/2/2021). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair)/RSU dr Soetomo Surabaya meluangkan waktu untuk mengantar istrinya melakukan vaksin Covid-19 di RSI Ahmad Yani, Selasa (23/2/2021). Para profesor yang sudah berusia di atas 60 tahun itu setia menunggu hingga proses vaksinasi selesai.

Ada sekitar 18 profesor yang setia menunggui istri masing-masing untuk divaksin. “Kalau kami kan nakes (tenaga kesehatan) jadi sudah divaksin walau ikut tahap kedua setelah nakes yang muda-muda. Sekarang kami antar istri sebagai upaya iktiar terhindar dari Covid-19,” ujar dr Purwadi yang seorang dokter ahli bedah anak yang biasa menangani bayi kembar siam.

Selain itu ada Prof Tommy Sunartomo, ahli anastesi. Prof Tommy mengantar dan setia mendorong kursi roda istrinya Nana Tommy mulai dari pendaftaran hingga proses penyuntikan. “Siap dan harus siap. Ini ikhtiar sehat kita semua,” kata Nana Tommy.

Salah satu pendiri Pondok Putri Khadijah, Hj Lilik Syafaatun  juga terlihat mengikuti vaksinasi. Perempuan berusia 79 tahun itu diantar anaknya yang juga Direktur Medis RSI AYani, drg Laily Rachmawati.

Lilik yang mengaku tidak memilki riwayat penyakit serius itu tiba-tiba tensinya meninggi 180/100 dari biasanya 140/100. “Jangan tegang,” kata drg Laily menenangkan sang bunda.

Tapi, akhirnya Lilik bisa juga divaksin. Karena Lilik tidak merasakan keluhan yang berarti. “Ndak terasa, tahu-tahu wes selesai. Ini salah satu ikhtiar. Saya harus memberi contoh kepada pengurus-pengurus di Pondok Putri agar tidak takut divaksin,” tukasnya.

Selain para istri guru besar, di lantai 1 RSI AYani juga divasin para lansia atau senior citizen  dari Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan pengurus dari Yayasan Khadijah dan sebagainya.

Sedangkan di lantai dasar juga melayani vaksinasi lansia yang sudah terdaftar di Puskesmas Wonokromo. Ada 200 lansia yang divaksin di saat yang sama. Sehingga total RSI AYani mendapat kuota vaksinasi lansia sebanyak 330 orang.

Pendiri Pondok Putri, Hj Lilik Syafaatun saat dicek tekanan darah sebelum dvaksin didampingi DirekturRSI AYani dr Dodo Anondo dan Wakil Direktur Medis drg Laily Rachmawati, Selasa (23/2/2021). DUTA/ist

Direktur RSI AYani, dr Dodo Anondo mengaku terhormat, karena para istri profesor memilih RSI AYani untuk melakukan suntik vaksin COvod-19 itu. “Mereka bisa saja memilih rumah sakit lain, tapi ternyata yang dipilih RSI. Ini kehormatan yang sangat  besar, berarti mereka semua percaya pada kami,” jelas dr Dodo.

Pemerintah Kota Surabaya memang melakukan vaksinasi lansia serentak di beberapa rumah sakit dan puskesmas. Ini dilakukan agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Untuk sementara vaksinasi lansia ini dikhususkan bagi warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Surabaya. Nantinya akan dilakukan untuk beberapa wilayah lain di Jawa Timur.

Vaksinasi ini, ditambahkan dr Dodo, cukup efektif menekan angka penularan. Di RSI AYani sendiri, setelah semua nakesnya divaksin, belum ada laporan yang tertular Covid-19.

“Saya menjadi direktur di AYani ini sejak 1 Januari, mulai bekerja itu hingga pertengahan Januari, setiap hari selalu menandatangani surat untuk karyawan yang akan isolasi mandiri atau dirawat. Sejak divaksin, saya sudah tidak pernah menandatangani surat itu. Berarti sudah ada kemajuan berarti,” jelasnya.

Di RSI AYani sendiri, jumlah pasien Covid-19 sudah mulai menurun. Kini dari 82 tempat tidur untuk pasien Covid-19, ada 14 tempat tidur yang sudah ditinggalkan pasiennya khususnya di isolasi pasien dengan gejala sedang dan ringan.  Sedangkan untuk gejala berat masih terisi penuh.

“Artinya pasien sudah menurun tajam,yang parah itu karena terlambat ke rumah sakit. Kita akan coba atasi semuanya,” tukas dr Dodo. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry