Deputy Head of Public Affairs, Grab Indonesia Tirza Reinata Munusamy bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin  dalam acara Diskusi Publik mengenai Manfaat Ekonomi Digital - Grab For Good di Surabaya, Senin (4/11). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Kehadiran aplikasi transportasi PT Grab Indonesia  memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian dan sosial suatu daerah.

Itu hasil penelitian yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics yang dieskspos pada Senin (4/11) di Surabaya.

Penelitian itu dilakukan di lima kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Medan pada November – Desember 2018 lalu.

Dari hasil penelitian itu kontribusi Grab Indonesia terhadap perekonomian Indonesia sebesar  Rp 48,9 triliun.

Kontribusi ekonomi nasional itu didapat salah satunya melalui penciptaan lapangan tenaga kerja. Dari data terlihat bahwa 32% mitra GrabBike dan 24% mitra GrabCar sebelumnya tidak memiliki pendapatan tetap.

Dengan menawarkan peluang pendapatan kepada sekitar 300.000 pengemudi dan 40.000 agen GrabKios individual yang sebelumnya menganggur, diperkirakan input ekonomi Grab mencapai Rp 16,4 triliun pada 2018.

Khusus di Kota Surabaya, data menunjukkan Grab berkontribusi sebesar Rp 8,9 triliun pada 2018. Kontribusi terbesar dihasilkan oleh mitra GrabFood sejumlah Rp 4,2 triliun, diikuti GrabBike sebesar Rp 3,5 triliun, GrabCar senilai Rp 1,1 triliun, GrabKios individual dan toko sebesar Rp 49 miliar.

Sementara, pendapatan mitra pengemudi GrabBike meningkat sebesar 144% dan GrabCar sebesar 114%. Juga, penjualan mingguan mitra merchant GrabFood meningkat sebesar 34%.

Selain meningkatkan pendapatan para mitra, Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. 38% mitra pengemudi GrabBike, 40% agen individual GrabKios, serta 35% mitra pengemudi GrabCar yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan, kini dapat memperoleh penghasilan setelah bemiitra dengan Grab.

Bagaimana ini mempengaruhi konsumen? Layanan Grab memungkinkan pelanggan menghemat uang yang awalnya telah mereka persiapkan untuk melakukan perjalanan dari titik A ke titik B.

Uang yang dapat disimpan dari sebelumnya dialokasikan untuk melakukan perjalanan, sekarang dapat digunakan untuk membeli barang-barang lainnya. Artinya, pelanggan dapat memanfaatkan surplus yang dinikmati untuk membeli barang atau jasa yang dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Yose Rizal Damuri, Kepala Departemen Ekonomi, Center for Strategic and International Studies (CSIS) menjelaskan, formulasi kebijakan terkait ekonomi digital seharusnya mempertimbangkan kesejahteraan seluruh pihak terkait agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal.

Melalui riset ini, dia mengatakanbisa melihat bagaimana Grab memberikan peluang yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk Surabaya, untuk mengambil peran dalam ekonomi digital.

“Pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis-bisnis skala kecil hingga masyarakat umum. Satu-satunya cara kita semua dapat meraih kesuksesan adalah dengan memastikan setiap pihak benar-benar menjalankan fungsinya,” ujarnya.

Tirza Reinata Munusamy, Deputy Head of Public Affairs, Grab Indonesia juga mengatakan, Indonesia siap menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia.

Namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama Indonesia yang tengah tumbuh.

Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang, dan proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Indonesia.

“Grab ingin membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi. Grab for Good,” tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin mengaku salut pada Grab yang sudah menggerakkan ekonomi masyarakat. Inilah peran nyata bagaimana usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Surabaya dan Jawa Timur bisa bergerak.

“Di Jawa Timur ini, UMKM banyak jumlahnya. Dan ini harus tumbuh sebagai penopang perekonomian. Salah satu caranya dengan apa yang dikembangkan Grab,” tukasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry