BAKAL DIPERBAIKI : Jalan Gamapala yang rusak akibat pembagunan proyek gorong-gorong. Pemkot baru bisa memperbaiki Juli mendatang. (duta.co/arif)
DIPERBAIKI JULI 2017: Jalan Gamapala yang rusak akibat pembagunan proyek gorong-gorong. Pemkot baru bisa memperbaiki Juli mendatang. (duta.co/arif)

MOJOKERTO | Duta.co – Masyarakat Kota Mojokerto harus rela menikmati Jalan Gajahmada-Pahlawan (Gamapala) yang rusak dan bergelombang hingga tujuh bulan ke depan. Pasalnya, Pemkot Mojokerto mengalokasikan Rp 8 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2017 untuk perbaikan yang baru terealisasi Juli nanti.

“Sebenarnya sudah ada anggarannya. Itu sudah masuk program perbaikan tahun ini. Alokasi anggaran sekitar Rp 8 miliar,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkot Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, Senin (23/1).

Hanya saja, lanjut Dodik, perbaikan kedua jalan protokol di Kota Mojokerto itu tak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Menurut dia, lelang pekerjaan diperkirakan akan digelar pada triwulan ke dua 2017. “Setelah itu kami baru membenahi total. Paling lambat pertengahan tahun ini,” katanya.

Kebijakan Pemkot Mojokerto ini masih jauh dari keinginan warganya. Pengguna jalan dan Komisi II DPRD Kota Mojokerto mendesak agar kerusakan di Jalan Pahlawan dan Gajah Mada segera diperbaiki. Kondisi jalan yang banyak berlubang disebut menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas.

“Sering jatuh korban yang terjatuh akibat jalan berlubang. Apalagi kondisi musim hujan malah berbahaya,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Aris Satriyo Budi.

Terkait anggaran perbaikan yang sudah dialokasikan tahun ini, Aris juga mengamininya. Hanya saja, kebutuhan perbaikan Jalan Pahlawan dan Gajah Mada saat ini mendesak untuk segera dilakukan supaya korban kecelakaan tak bertambah.

“Namun, kondisi jalan yang rusak sampai menimbulkan korban harus segera diperbaiki, Dinas PU tak harus menunggu anggaran 2017. kami mendesak PU supaya pelaksana juga bertanggungjawab,” tandasnya.

Proyek Gamapala dikerjakan oleh dua rekanan berbeda. Proyek di Jalan Pahlawan senilai Rp 27,44 miliar dikerjakan PT Ardi Tekindo Perkasa, sedangkan di Jalan Gajah Mada senilai Rp 23,55 miliar dimenangkan PT Gunadharma Anugerahjaya. Namun, setelah pekerjaan rampung akhir 2016, rekanan meninggalkan begitu saja jalan yang rusak.

Pengerjaan proyek yang seharusnya dimulai Agustus 2016, molor hingga awal Oktober tahun lalu. Itu akibat adanya lelang ulang lantaran pemenang lelang sebelumnya dinyatakan tak memenuhi syarat. ari

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry