Founder Nose Herbalindo, Yoda Nova (tengah) saat memperkenalkan produk buatan Nose di ajang Surabaya Beauty 2019, Sabtu (9/11). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Pasar kosmetik terus berkembang. Terutama untuk perawatan kulit dan wajah. Tak heran, banyak merek-merek baru bermunculan untuk meramaikan pasar.

Banyaknya merek-merek baru itu tidak lain karena semakin mudahnya masyarakat menjual produk skin care.

Sebab saat ini, tidak harus punya pabrik untuk bisa menjual produk-produk kecantikan. Karena sudah ada produsen atau pabrikan yang siap memproduksi skin care dan kosmetik yang diinginkan dan dilebeli atau dimereki sesuai dengan yang diinginkan.

Salah satu produsen itu adalah PT Nose Herbalindo. Perusahaan itu  sudah membuat ratusan produk skin care sesuai pesanan kliennya. Dan kebanyakan kliennya adalah kalangan artis ibukota dan pesohor.

Founder Nose Herbalindo, Yoda Nova mengatakan pihaknya melihat peluang yang jauh lebih besar dengan menjadi produsen skin care dari berbagai merek orang lain atau klien, dibandingkan membuat merek sendiri.

“Potensinya besar. Kami menangkap peluang itu. Apalagi kami memiliki research and development (R&D) Center sehingga lebih mudah mengakomodir keinginan klien,” ujar Nova di sela Surabaya Beauty 2018, Sabtu (9/11).

Dikatakan Nova, untuk membuat satu jenis skin care dengan merek sendiri, klien cukup menyediakan dana minimal Rp 100 juta. Dari jumlah itu, Rp 50 juta untuk bahan skin care yang sudah jadi dan siap diisikan. Sedangkan Rp 50 juta sisanya untuk packaging.

“Itu untuk order minimal yakni 3 ribu buah atau 3 ribu kemasan satu jenis skin care,” tukas Nova.

Namun sebelum klien membawa uangnya ke PT Nose, Nova menjelaskan, harus melalui proses yang cukup panjang. Karena PT Nose akan melakukan wawancara tentang visi misi klien.

“Mengapa ingin membuat skin care A, target marketnya siapa, inginnya produknya seperti apa dan sebagainya,” tukas Nova.

Dari perbincangan itu, biasanya PT Nose langsung mencari bahan baku yang diminta klien. Tim R&D langsung bergerak. Setelah itu dibuat contohnya.

“Kalau klien suka ya dilanjut, kalau tidak dilakukan perbaikan-perbaikan sampai klien suka,” jelasnya.

Yang pasti, walau banyak produk skin care sejenis yang dibuat PT Nose, namun dipastikan tidak ada satupun bahan baku yang digunakan itu sama.

“Sehingga klien itu bisa menjual produknya dengan keunggulan masing-masing,” tandasnya.

Tidak hanya memproduksi, PT Nose, kata Nova juga membantu sistem pemasaran untuk kliennya. Terutama untuk digital marketing yang saat ini sedang tren.

“Kita bantu. Bahkan kita bantu promosi seperti mengikuti pameran dan sebagainya. Salah satunya seperti ajang pameran Surabaya Beauty ini,” tukas Nova yang memproduksi ratusan brand dari berbagai jenis skin care. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry