Tampak KH Ma'ruf Amin saat jumpa pers di Kantor DPP PKB. (FT/MetroTv)

JAKARTA | duta.co – Sebuah apresiasi besar diberikan KH Ma’ruf Amin kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Karena itu saya berpikir, apa yang harus saya berikan kepada PKB ini?,” demikian Kiai Ma’ruf saat jumpa pers di Kantor DPP PKB Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, ditemani Ketum PBNU Saiq Aqil Siroj, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, dan rombongan PBNU lainnya

Ketemulah, jelas Kiai Ma’ruf, yang benar itu bukan arruju’ ilarruju’, tetapi, yang benar itu arruju’, warruju’, summarruju’.Arruju’ pertama itu, kembalinya PKB kepada mabda siyasi (pondasi) awalnya. Yang kedua, rujuun nahdliyin ila PKB, warga NU kembali ke PKB. Mengapa karena PKB itu adalah kendaraannya orang NU. Dulu PKB dibikin untuk kendaraannya orang NU. Karena itu saya bilang, orang NU yang masih menumpang di kendaraan orang lain, balik. Ini kendaraan Anda,” tegasnya.

Rujuk yang ketiga itu, masih menurut Kiai Ma’ruf, summarruju’ kembali ke perolehan ketika pertama. “Waktu saya menjadi ketua dewan syuro, ketika saya menjadi dewan syuro 13% (perolehan suara PKB red.). Kita bikin presiden, Gus Dur jadi presiden. Ini luar biasa. Dari PKB tidak ada, menjadi ada. Kenapa PKB didirikan? Ini akan saya ceritakan,” jelas Kiai Ma’ruf.

Habis Itu Kiai Ma’ruf Melorot

Ketika Pak Harto turun, jelas Kiai Ma’ruf, ia kemudian bertemu Pak Wiranto. “Saya waktu itu ketua Koordinator Harian PBNU (Kohar). Belum ketemu Pak Habibie, saya bilang kepada Pak Wiranto, kalau mau menyusun kabinet itu supaya kompromi (sharing) dengan NU. Ternyata waktu itu, Habibie bikin kabinet tanpa mengikutsertakan NU. Ya sudahlah, sekarang saya bilang, lakum dinukum waliyadin. Akhirnya NU bikin partai,” jelasnya.

Akhirnya kita kumpul di Hotel Aria, wilayah-wilayah saya panggil, NU bikin partai. “Lha NU bikin partai? Ini kan tidak boleh berhubungan dengan partai mana pun? Tidak boleh itu kalau hubungan struktural, karena itu kita bikin partai hubungannya tidak struktural, tetapi kultural, aspiratif dan historis. Mesti hafal ini, kok gak hafal itu gimana?” katanya disambut gerrr hadirin.

“Akhirnya setuju. Saya bilang kita NU tidak direken. Kenapa? Karena tidak ada partai, karenanya harus bikin, Alhamdulillah bikin, baru setahun lagsung dapat 13% dan bisa bikin presiden. Tapi saya habis itu melorot terus, karena itu kita mulai 2009 (2019 red.), maka, PKB harus naik ke atas,” katanya sebagaimana yang viral di media sosial. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.