NEW YORK | duta.co – Menjelang pilpres 2019, kampanye dari masing masing kubu paslon semakin semarak, tidak hanya seputar Indonesia namun juga merambah ke luar negeri. Setelah timses paslon 01 yang begitu  gencarnya berkunjung ke luar negeri untuk berkampanye, kini giliran seorang tokoh yang mendukung oposisi atau paslon 02 menyebarkan informasi di luar negeri seputar kondisi perpolitikan di Indonesia, khususnya hasil pemerintahan Jokowi selama hampir 5 tahun terakhir.
Sang filsuf Indonesia yang dikenal dengan julukan presiden akal sehat, Rocky Gerung, melakukan perjalanan lima hari ke Amerika Serikat dan Belanda. Perjalanan dengan tema Rocky Gerung Roadshow Dialog Kebangsaan merupakan hasil kolaborasi relawan PADI USA dengan relawan Eropa yang dimulai sejak 2 April di kota Los Angeles, Amerika Serikat dan berakhir di kota Den Haag, Belanda tanggal 6 April sebelum bertolak kembali ke tanah air.
Di setiap kota yang disinggahinya, Rocky Gerung selalu dielu-elukan oleh para penggemarnya baik itu bapak-bapak apalagi emak-emak. Saat tiba di kota New York tanggal 4 April kemarin setelah menyelesaikan dialog kebangsaannya di ibukota Amerika Serikat Washington DC, Rocky Gerung disambut sekitar 200 orang pendukung PADI kota New York dan bahkan ada yang datang khusus dari state atau kota lain, seperti New Jersey, Philadelphia, Houston, Arkansas dan Oklahoma.
Acara Dialog Kebangsaan diadakan di gedung Veteran Memorial Hall yang berlokasi di kota Elmhurst, Queens, merupakan basisnya komunitas Indonesia di kota New York. Kehadiran Rocky Gerung, menjadikan momentum penambah semangat bagi para pendukung paslon 02, di mana mereka telah lama menanti timses PADI yang tidak juga kunjung tiba di kota mereka. Baik itu disebabkan oleh keterbatasan dana dan waktu maupun kesulitan memperoleh dokumen perjalanan ke luar negeri, seperti visa. Sehingga kedatangan Rocky Gerung menjadi angin penyejuk bagi para relawan PADI USA khususnya.
Menurut ketua PADI USA yang juga ketua panitia Rocky Gerung Roadshow kota New York ,Tata Kesantra, hadirnya Rocky Gerung ke Amerika Serikat dan Eropa diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi Diaspora dalam menentukan pilihannya dalam pilpres dan pilcaleg pemilu yang akan diadakan serentak tanggal 13 April 2019 di Luar Negeri.
“Bahwa rakyat pada akhirnya menyadari merekalah yang memegang kedaulatan dalam kehidupan Demokrasi di Indonesia, bukan elite politik. Bahwa elite politik lah yg bekerja untuk rakyat, bukan sebaliknya. Pembelajaran politik inilah yg diinisiatifkan oleh Rocky Gerung dengan mencoba membuka alur pikiran rakyat utk lebih cerdas dalam melihat dan menilai pemerintahan, siapapun pemimpinnya. Seperti kata Rocky; Jangan hanya membangun jalan tol tapi harus fokus dalam membangun jalan pikiran,” jelas Tata.
Melalui kunjungan di berbagai kota di Amerika tersebut, Rocky mendapat kesan kegairahan rakyat semakin meninggi, yaitu  gairah dari rakyat untuk perubahan politik sudah tidak mungkin dapat ditentang atau dihalangi oleh kekuasaan karena ini, adalah keinginan rakyat.
“Suatu kepentingan rakyat untuk melihat Indonesia lebih baik, suatu investasi akal sehat yang lebih bermutu di masa depan. Karena memang politik didesain untuk memilih pemimpin yang baru. Kalau politik itu menjadi konservative, orang merasa tidak ada niat untuk mencoba memberi alternatif ke tokoh-tokoh lain,” jelasnya.
Menjawab seputar perbandingan pemilu di Indonesia dan Amerika,  Rocky menyatakan, “tentu dilain pihak orang-orang juga ingin melihat konsistensi pemilu di Indonesia sudah benar benar independent, tidak menggunakankan fasilitas negara. Jadi etika publik harusnya mengevaluasi apakah Petahana misalnya masih memanfaatkan fasilitas negara, seperti pesawat kepresidenan hingga suara pegawai negreri dan BUMN, dan lain lain, di mana menimbulkan citra buruk bagi pemerintah hari ini di mata internasional.
“Jadi saya ingin agar supaya ada fairness keadilan dalam persaingan politik. Jadi itu artinya presiden sebetulnya kendati dimungkinkan untuk tidak cuti, seharusnya secara etis dia menyebutkan saya cuti, sehingga itu lebih bermutu. Betul itu undang-undang secara formil tidak harus cuti, tapi secara etika harus sudah menyatakan cuti, sehingga tidak akan timbul conflict interest presiden cuti tapi itu tidak terjadi. Jadi berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Amerika.”
Sambutan positive begitu menggema di tengah para pendukung 02 yang juga pencinta Rocky Gerung dengan memberikan tanggapan penuh dukungan terhadap buah pemikiran si presiden akal sehat. Di antaranya “Profesor Rocky Gerung rock emak emak New York dan New Jersey”, ujar Yanti relawan PADI dari New Jersey.
“Presiden Akal Sehat mantul,” ujar Ferdi dan Ony relawan PADI New York. Ida Irmayani, salah satu panitia acara menyebutkan, “Rocky Gerung is one of a kind (tiada duanya)”.
Ira Damayanti dari Partai Gerindra USA ikut menambahkan, “Saya datang jauh dari Houston Texas khusus untu bertemu dengan bang Rocky yang fenomenal dengan akal sehatnya”.
Kesuksesan kunjungan Rocky Gerung tersebut, tidak lepas dari hasil kerja keras dan kerja sama para relawan PADI USA dan relawan Eropa mulai persiapan kedatangan hingga kematangan acara hingga selesai. Mengingat tidak tersedianya bantuan dana dari Jakarta, para relawan saling berswasembada dengan menyisihkan penghasilan mereka demi membantu kelancaran kedatangan Rocky Gerung dan selama berada di kedua negara tersebut.
Segala kebutuhan disediakan oleh para relawan yang dengan ikhlas dan bahagia melakukan itu semua yang menurut mereka merupakan bagian dari perjuangan menuju Indonesia adil, makmur dan berdaulat penuh melalui pemenangan Prabowo – Sandi menuju istana negara April 2019 ini. Salam akal sehat dari kota New York.
(Poppy Mardliah)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.