Rocky Gerung, dosen filsafat UI (IST)
JAKARTA | duta.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah menjadi sorotan publik. Hal ini lantaran KPU ‘mengalah’ dengan membatalkan penyampaian visi misi capres-cawapres lantaran kubu Jokowi-Ma’ruf meminta penyampaian visi misi capres-cawapres diwakilkan Timses. Sedangkan Prabowo-Sandi tetap akan menyampaikan visi-misi tanpa diwakilkan Timses.
Yang lebih aneh lagi adalah kebijakan KPU mengirimkan daftar pertanyaan kepada Capres-Cawapres sepekan sebelum digelar Debat Pilpres. Ujian Nasional (UN) SD SMP SMA saja soal disegel dan dikawal aparat kepolisian. Ini untuk masa depan bangsa, masa dikasih bocoran, hadeuh dimana akal sehat??? Bahkan, untuk acara kontes Putri Indonesia saja, daftar pertanyaannya para kontestan tidak tahu ketika mereka di panggung acara. Masak, pilpres kalah dengan kontes Putri Indonesia!? Ada apa dengan KPU?
Pengamat sosial politik, Rocky Gerung, pun curiga dengan menyebut langkah menuju curang jelas terlihat. “Langkah menuju curang. Jelas terlihat,” ujar Rocky Gerung di akun twitternya, Minggu (6/1/2019).
Lebih lanjut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut kondisi KPU seperti itu lebih baik Pemilu ditiadakan. “Mendingan pemilu ditiadakan aja…aklamasi aja biar gak ada biaya. Biar hemat 20 Trilyun lebih…,” ujar Fahri Hamzah.
Partai Demokrat juga merasa aneh sekaligus mempertanyakan keputusan KPU memberikan daftar pertanyaan kepada kedua pasangan capres-cawapres sebelum debat berlangsung.
Waduh masa kalah dengan kontes Putri Indonesia dan Miss Universe yang pertanyaannya rahasia tertutup rapat dalam amplop,” kata Wakil Sekjen Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin.
Dia mengingatkan bahwa Pilpres 2019 adalah sarana untuk memilih pemimpin negara dengan jumlah penduduk 260 juta.
“Piye (bagaimana) KPU? Jangan buat kebijakan yang buat malu!” ucapnya.
Alasan KPU bahwa debat capres bukanlah kuis tebak-tebakan dinilai tidak tepat. KPU menyebut tujuan pertanyaan dalam debat diberitahukan terlebih dahulu ke pasangan capres-cawapres adalah supaya materi yang disampaikan capres-cawapres di panggung debat bisa utuh karena persiapannya lebih baik. “Para capres harus berani nolak. Gengsi dong!” tukas Didi.(em/hud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.