Keterangan foto detik.com
JAKARTA | duta.co – Pengamat politik, Rocky Gerung, yang sering mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi, diperiksa penyidik Polda Metro Jaya Jumat 1 Februari 2019 siang ini. Pemeriksaan terhadap Rocky Gerung terkait ‘Kitab Suci adalah Fiksi’ yang dilontarkan saat menjadi narasumber di ILC TV One bertajuk ‘Jokowi Prabowo Berbalas Pantun’, Selasa malam, 10 April 2018.
Gara-gara ucapan ‘ Kitab Suci adalah Fiksi’, Rocky Gerung dilaporkan oleh Jack Boyd Lapian dan Arya Permadi alias Abu Janda karena dianggap menistakan agama. Namun, setelah hampir setahun lewat, Rabu (30/1/2019), Rocky Gerung diperiksa penyidik Polda Metro Jaya dan kemudian diundur Jumat hari ini.
Sebelum diperiksa Rocky Gerung menuliskan sebuah cuitan terkait kitab suci yang ia maksud saat di acara Indonesia Lawyer Club (ILC). Hal tersebut ia tulis melalui akun Twitter @rockygerung pada Rabu (30/1/2019).
Rocky Gerung menuliskan bahwa hakekat kitab suci adalah konsep bukan cetakan. “Kitab suci” itu, hakikatnya adalah “konsep”. Bukan cetakan,” tulisnya.
Sebelumnya, Dosen Filsafat UI itu memberikan pernyataan yang kontroversial di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (10/4/2018). Dirinya mengatakan bahwa kitab suci adalah hal yang fiksi, namun berbeda dengan fiktif.
Hal ini lantaran menurut Rocky Gerung, kata fiksi dianggap negatif karena dibebani oleh kebohongan, sehingga fiksi itu selalu dimaknai dengan kebohongan.
“Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif,” ujarnya.
Dirinya juga mengungkapkan makna telos yang dalam bahasa Yunani yang memiliki arti akhir, tujuan ataupun sasaran.
Rocky kembali menekankan bahwa fiksi adalah baik, sedangkan yang buruk adalah fiktif. Ia lantas mengambil contoh Mahabharata di mana menurutnya Mahabharata adalah fiksi namun bukan fiktif. Fiksi itu kreatif sama seperti orang beragama yang terus kreatif dan menunggu telosnya.
“Anda berdoa, Anda masuk dalam energi fiksional bahwa dengan itu Anda akan tiba di tempat yang indah,” ujarnya menjelaskan. Rocky menambahkan, dalam agama, fiksi adalah keyakinan. Dalam literatur, fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi.
Selanjutnya, untuk menjawab pertanyaan seputar kasusnya, Rocky menunjuk pengacara Harris Azhar. Harris Azhar pun sudah menjelaskan masalah ini dalam tayangan televisi. Dia juga berdebat keras dengan pihak Istana Ali M. Ngabalin dan pihak pelapor seperti tautan dalam tayangan video dalam berita ini. (wis/tbn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.