
SURABAYA | duta.co — Surabaya mulai memanaskan atmosfer menuju gelaran Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Tiga minggu menjelang race day pada 4 Oktober 2026, ratusan pelari mengikuti kegiatan Road to Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 melalui fun run sejauh 6 kilometer dengan menyusuri sejumlah kawasan bersejarah di Kota Pahlawan.
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, penggiat olahraga, serta komunitas lari. Rute yang dipilih membawa peserta melewati sejumlah landmark ikonik Surabaya, di antaranya Tugu Pahlawan dan Tugu Bambu Runcing.
Sebanyak 250 pelari turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dengan mengenakan beragam atribut lari, para peserta bergerak dari kawasan Siola menuju Hotel Majapahit sambil menikmati suasana kota dan jejak sejarah Surabaya.

Rute heritage itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Surabaya sebagai kota yang semakin ramah terhadap aktivitas olahraga, khususnya olahraga lari. Apalagi, Surabaya akan menjadi tuan rumah event lari berskala nasional yang diproyeksikan diikuti sekitar 11.000 pelari.
Perwakilan Surabaya ISOPLUS Marathon, Khristian Vandiartha, mengajak masyarakat Surabaya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan lomba yang akan berlangsung pada 4 Oktober mendatang.
“Kami nyuwun dukungan penuh masyarakat Surabaya untuk tanggal 4 Oktober nanti, pinjam dulu jalannya di Minggu pagi,” ujar Khristian Minggu,(13/9/2026).
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan lomba akan dilakukan rekayasa lalu lintas oleh Dinas Perhubungan dan Polrestabes Surabaya. Langkah tersebut disiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan sekaligus menjaga keamanan para pelari dan pengguna jalan.
“Di mana akan dilakukan rekayasa lalu lintas oleh Dinas Perhubungan dan Polrestabes Surabaya, demi kelancaran acara dan keamanan para pelari. Matur suwun, arek-arek Suroboyo!” katanya.
Selain fun run, kegiatan Road to Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 juga diisi dengan sesi edukasi mengenai persiapan menghadapi lomba. Para peserta mendapatkan tips dan pembekalan dari professional running coach.
Sesi tersebut menghadirkan Coach Andy Sugiyanto, Official Running Coach ISOPLUS Run Series 2026. Ia membagikan sejumlah tips mengenai persiapan dan latihan menjelang hari perlombaan, termasuk bagaimana menyikapi kondisi ketika sulit tidur pada malam sebelum race day.
Menurut Andy, sulit tidur menjelang perlombaan merupakan kondisi yang cukup umum dialami pelari. Rasa gugup, antusiasme, kegelisahan, hingga peningkatan adrenalin dapat membuat tubuh berada dalam kondisi siaga.“Kondisi kurang tidur semalam sebelum race adalah hal yang normal dan bahkan sering dialami oleh atlet berpengalaman. Cadangan energi dari tidur malam-malam sebelumnya, dua sampai tiga hari lalu, jauh lebih menentukan performa pelari dibanding tidur pada malam H-1,” ujar Andy.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Taman Prestasi dengan sesi berbagi pengalaman dan edukasi. Selain pembekalan bagi pelari, acara juga dimeriahkan berbagai aktivitas hiburan,parade entertainment, doorpriz, serta pembagian gear dan atribut lari.
Sementara itu, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 akan digelar pada 4 Oktober 2026 dengan race village yang berpusat di Balai Kota Surabaya. Ajang tersebut menyediakan sejumlah kategori, mulai dari Kids Dash, 5K, 10K, Half Marathon 21K hingga Full Marathon 42K.
Melalui rangkaian Road to tersebut, penyelenggara ingin membangun antusiasme sekaligus mempersiapkan para pelari sebelum menghadapi lomba utama. Gelaran ini juga diharapkan semakin memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu kota yang mendukung perkembangan olahraga lari dan kegiatan komunitas.(gal)


































