SIRAMAN : Para Seniman Tayub mengikuti arak-arakan pawai dari alun-alun Tuban menuju tempat ritual siraman di Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semending.  (duta.co/syaiful adam)

TUBAN | duta.co – Sejumlah pelaku seni tradisional langeng tayub Kabupaten Tuban, menggelar ritual siraman atau wisuda Waranggono di Pemandian Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Rabu. (6/11)

Sedikitnya sebanyak 80 Waranggono dan 55 Pramugari Langen Tayub mengikuti proses ritual siraman. Agenda tahunan tersebut sedikit berbeda dari tahun-tahun lalu, kali ini ritual yang menjadi masuk dalam Hari Jadi Tuban ke-726 itu tidak sekedar difokuskan di tempat ritual pemandian, melainkan para pelaku seni diarak terlebih dahulu dari alun-alun Kabupaten Tuban menuju pemandian Bektiharjo

“Kalau tahun lalu kirab hanya di lokasi pemandian tempat ritual siraman, sekarang kita kembangkan, para pelaku seni waranggono dan Pramugari Langen Tayub kita arak dari tengah kota menuju tempat siraman,” terang Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain.

Lebih lanjut Politisi asal Kecamatan Rengel Tuban ini menjelaskan ritual siraman ini merupakan ritual yang harus dilakukan oleh waranggono junior di Kabupaten Tuban untuk melangkah ke senior dan dari yang amatir menjadi profesional.

Disamping itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tuban ini menyampaikan selain ritual siraman Waranggono, event tersebut juga mengguhkukan Pengurus Forum Pokdarwis Kabupaten Tuban ini semakin meningatkan potensi wisata dan kebudayaan di Kabupaten Tuban.

“Semoga seni tayub Tuban ini bisa semakin berkembang di tengah era globalisasi, serta para seniman tayub semakin kreativitas dan keterampilan-keterampilan waranggono junior juga bisa lebih dikembangkan,” ucap Wabup.

Diketahui, dalam ritual itu selain siraman 80 waranggono juga 55 Pramugari, 45 pimpinan karawitan, 25 Komunitas Persatuan Pedalangan Indonesia, 20 Komunitas Perias, 25 Persatuan Masyarakat Budaya Indonesia, dan 15 Komunitas Soundsystem. (sad)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry