Firman Syah Ali (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Tokoh muda NU, Firman Syah Ali mengaku rishi dengan stigma partai setan. Ini akibat komentar oknum tokoh agama yang seakan menjadi juru kunci sorga.

Menurut Cak Firman, panggilan akrabnya, penyakit jiwa yang diderita para penganut teologi kebenaran tunggal itu, adalah merasa dirinya sebagai pemegang hak merk tunggal surga.

Sementara golongan lain ahli neraka walau seagama. Merasa kelompoknya sebagai satu-satunya golongan beriman, sedangkan kelompok lain dianggap kafir walau seagama. Merasa hanya dirinya kelompoknya yang dekat dengan Allah, sedangkan kelompok lain dianggap musuh Allah walau seagama.

“Virus penyakit jiwa seperti ini kita sebut takfirisme, ini jauh lebih berbahaya daripada virus corona,” tandas Cak Firman.

Menurut Cak Firman, ciri khas kaum tersebut adalah suka merasa dan tampil lebih Allah daripada Allah itu sendiri. Misalnya:

Pertama, Menyebut Partai Politik tertentu sebagai Partai Allah sedangkan Partai Politik lain disebut sebagai Partai Setan. Padahal berdasarkan hasil OTT KPK, hampir semua Partai Politik tidak layak kita sebut sebagai Partai Allah.

Kedua, Virus Corona disebut sebagai Tentara Allah untuk mengukum bangsa cina yang telah menindas muslim Uighur. Hanya beberapa saat setelah statemen oknum tokoh agama tersebut, virus corona langsung keluar dari Cina, menyerang Negara-negara lain termasuk negara berpenduduk muslim.

Bahkan Ka’bah yang suci sampai ditutup gara-gara itu. Lebih lucu lagi, tokoh agama yang menyebut Corona adalah tentara Allah itu kemudian membatalkan sejumlah jadwal pengajiannya gara-gara takut corona.

“Yang lebih lucu lagi, seorang tokoh agama bekoar-koar bahwa ditutupnya ka’bah merupakan tanda-tanda kiamat. Padahal kalau membaca sejarah, Ka’bah  itu sering ditutup karena bencana alam, bencana wabah penyakit maupun karena peperangan antar dinasti, bahkan hajar aswad pernah dicuri. Ini sangat konyol, setiap kejadian ditanggapi dengan ilmu utak atik gathuk, umat selalu dibodohi” lanjut Bendahara Umum PW IKA PMII Jawa Timur ini.

“Mari sama-sama berikhtiar untuk mencegah dan menghindari perluasan wabah corona di indonesia, berhenti bicara konyol yang memalukan umat islam, nanti dikira semua orang islam tidak bermutu sebagaimana kalian,” pungkas Koordinator Sahabat Mahfud MD Jatim ini. (zi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry