Caption : Rio Patennang (baju orange) bersama para Masyayikh kharismatik yang berafiliasi dengan Pondok Pesantren Walisongo (Heru/duta.co)

SITUBONDO | duta.co – Diiringi dengan lantunan Sholawat Perjungan oleh ribuan Alumni ponpes yang berafiliasi dengan Pondok Pesantren Walisong, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendapat restu sekaligus didoakan menang dalam pemilihan kepala daerah 2024 oleh Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, KHR Muhammad Kholil Asad Syamsul Arifin, kemarin.

“Semoga Rio ini menjadi Bupati yang amanah dan di ridhoi oleh Allah SWT serta mampu memberikan manfaat kebaikan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Situbondo,” tutur KHR Kholil Asad di hadapan ribuan alumni ponpes-pospes yang berafiliasi dengan Ponpes Walisongo.

Bukan hanya itu saja doa yang yang dibacakan oleh KHR Kholil Asad. Namun, Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo tersebut juga mendoakan Rio Patennang selalu mendapat perlindungan dan agar selalu taat dalam menjalankan ibadah yang di perintahkan oleh Allah SWT.

Dalam kesempatan itu, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengungkapkan rasa syukur terhadap Allah SWT bisa duduk bersama dengan para Masyayikh kharismatik di Pondok Pesantren Walisongo ini. Sebab, beliau-beliau merupakan panutan bagi masyarakat Kabupaten Situbondo.

“Saya mengucapkan puji syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT. Sebab, dalam kontestan Pilkada Situbondo yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024 mendatang saya mendapat dukungan penuh dari para Masyayikh kharismatik yang berafiliasi dengan Pondok Pesantren Walisongo dan di doakan oleh beliau Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, KHR Muhammad Kholil Asad Syamsul Arifin menang dalam Pilkada 2024,” tutur pria yang akrab di sapa dengan sebutan Mas Rio Patennang, Kamis (27/06/2024).

Tak hanya itu yang disampaikan Rio Patennang, namun dia juga menceritakan awal mula dirinya mengenal beliau Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, KHR Muhammad Kholil Asad Syamsul Arifin. “Pertama kali dikenalkan kepada beliau KHR Kholil pada tahun 2022 oleh Almarhum Lora Malung,” ujarnya.

Dalam pertemuan pertama itu, sambung Mas Rio, beliau KHR Kholil menyampaikan dua kalimat atau wejangan yang hingga saat ini masih di pegang teguh sebagai pedoman. “Beliau KHR Kholil menyampaikan wejangan kepada saya yang kalimatnya terbaca, Ini Buminya Allah, Ummatnya Kanjeng Nabi Muhammad,” kenang Mas Rio saat pertama kali bertemu dengan beliau KHR Muhammad Kholil Asad Syamsul Arifin.

Jadi, lanjut Rio Patennang, dua kalimat atau wejangan yang disampaikan beliau menjadi bahan renungan dan diresapi hingga saat ini. “Dua kalimat itu, saya renungkan dan saya resapi. Sehingga, saya memahami cita-cita beliau yang hanya ingin menjaga alam semesta ini dibawah kepemimpin orang-orang yang baik,” kata Rio.

Oleh sebab itu, kata Rio Patennang, apa yang dicita-citakan beliau KHR Kholil menjadi pedoman bagi dirinya untuk berjuang menjaga alam semesta ini di pimpin oleh orang-orang yang amanah dan bukan soal kontrak politik.

“Saya juga akan terus melaksanakan kegiatan Salawat Nariyah, karena saya orang yang sudah membuat buku tentang Salawat Nariyah tentu dengan senang hati untuk melaksanakan pengajian-pengajian dengan membaca amalan Salawat Nariyah tersebut,” tegas Rio.

Tak hanya itu yang disampaikan Rio, namun di mengemukakan, selama kepempimpinan Almarhum Bupati Dadang Wigiarto, pembacaan Salawat Nariyah selalu berkumndang dari plosok desa hingga sudut dan pusat kota. Dengan berkumandangnya pembacaan Salawat Nariyah tersebut, maka angka tindakan kriminalitas berkurang.

“Pengamatan berkumandangnya Salawat Nariyah itu, dapat menekan tindakan kriminalitas di Kabupaten Situbondo. Saya berkomitmen jika Allah SWT meridhoi saya menang maupun tidak menang dalam Pilkada 2024, maka seluruh jemaah-jemaah Salawat Nariyah akan saya gerakan secara besar-besaran di Situbondo,” pungakas Rio. (her)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry