SEHAT BAROKAH: Pemberian batuan kepada kepala keluarga stroke di desa Klompang Timur, Pakong, Pamekasan. (duta.co/Habib Asshiddik)

PAMEKASAN | duta.co – Guna meringankan beban para kaum dhuafa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama para janda miskin, warga stroke yang tidak memiliki pekerjaan alias tidak berpenghasilan, sejumlah dermawan menyisihkan sebagian hartanya untuk disalurkan kepada mereka.

Dalam penyaluran yang dilaksanakan Minggu (7/12/25) ini, Wartawan duta.co, Habib Asshiddik, dipercayai para dermawan menyalurkan sejumlah dana kepada mereka yang membutuhkan.

“Prinsip saya bagaimana hidup ini benar-benar memberikan manfaat kepada orang lain dalam rangka mencari Ridho Allah SWT, ” ungkap Habib.

Habib menjelaskan, agama telah mengajarkan bahwa bersedekah tidak harus menunggu kaya terlebih dulu. Selain itu, uang yang disalurkan harus jelas kehalalannya.

“Pertama saya mengajak kepada diri sendiri, dan seluruh saudara muslim untuk membiasakan bersedekah di saat lapang dan sempit, karena sedekah bisa dimulai dengan perkara kecil, sekalipun hanya dengan kata-kata baik dan senyum kepada orang lain, karena dengan bersedekah yakin tidak akan mengurangi harta dan justru melipatgandakan rezeki serta menghapus dosa,” tambahnya.

Mengutip sabda Nabi: “Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimat thayyibah” (HR. Bukhari & Muslim), dalam hadis lain disebutkan: “Tidak akan berkurang harta karena sedekah” (HR. Muslim).

“Bersedekah harus dilakukan dengan tulus ikhlas dan sesuai dengan kemampuan kita, tidak harus menunggu kaya dulu baru bersedekah, karena sedekah yang ikhlas akan membawa keberkahan dan akan mendatangkan rezeki dari arah tak terduga,” jelas Habib.

Kegiatan sedekah para dermawan pecinta kaum dhuafa ini diserahkan kepada warga kurang mampu, sakit stroke dan tidak bekerja yang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mengandalkan pemberian keluarga dan para tetangga.

Berikut daftar penerima bantuan berupa beras, uang dan popok:
1. Sana (64), warga miskin Dusun Sumber Taman Desa Pakong, Kec. Pakong, Kab. Pamekasan yang mengalami stroke 10 tahun
2. Sumriyah (65) warga tidak mampu Dusun Penang Desa Seddur Kec. Pakong, Kab Pamekasan, hidup sebatang kara miskin dan tidak bekerja
3. Lastari (56) warga tidak mampu Dusun Duko Desa, Klompang Timur, Kec. Pakong, Kab. Pamekasan, kepala keluarga ini stroke dan hilang ingatan selama 3 tahun, sehingga dua anaknya putus sekolah dan putus mondok. Bantuan ini juga diberikan kepada para warga yang sangat membutuhkan. (bib)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry