JAKARTA | duta.co – Sosok Mohamad Ridwan Hisjam sudah sangat dikenal masyarakat. Arek Suroboyo kelahiran 26 Mei 1958 ini sekarang menjabat sebagai wakil ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar. Pernah dipercaya memimpin Golkar Jawa Timur periode 2000-2004 kemudian namanya melejit di tingkat nasional.
Ridwan sudah aktif berorganisasi semasa ngampus di Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya (1987) dengan terlibat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Jabatan organisasi yang pernah dipegang Ridwan Hasjim seperti dikutip dari laman resmi DPR di antaranya Ketua PPK Kosgoro 1957 (2013 – 2018); anggota DPO DPP REI (2013 – 2016); Bendahara Umum Satkar Ulama Indonesia (2012 – 2017); Ketua Dewan Pembina DPP HIPGI (2012 – 2017); PP. Dewan Masjid Indonesia (2011); Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Jatim (2011), Wakil Ketua Umum Pimpinan pusat IKA ITS (2011); Wakil Sekjen DPP Golkar (2009); Ketua Apegti Jatim (2006 – 2012); Ketua PDK Kosgoro 1957 Jatim (2005 – 2010);
Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia (2004 – 2015) Bendahara Umum DPP REI (2001 – 2004); Ketua DPD Golkar Jatim (2000-2004); Bendahara KAHMI Wilayah Jatim (2000 – 20030; Ketua Kehormatan DPP REI Jatim (1999); Wakil Ketua Kadin Daerah Jatim (1999 – 2004); Ketua DPD REI Jatim (1996 – 1999); Ketua Umum HIPMI Jatim (1992 – 1995), serta Ketua Biro Organisasi Inkondo (1989 – 1992).
Bukan hanya sebagai politisi, keseharian Ridwan juga pengusaha. Ia merupakan komisaris utama Ventura Jatim dan direktur utama PT Equator Group.
“Bisnis saya lebih banyak pada sektor properti. Sudah lama, saya mendirikan Ventura itu,” terangnya.
Terhitung sudah dua periode mulai 1999-2004, Ridwan menjadi anggota DPR.
“Cuman satu periode saja tidak nyaleg, tahun 2008, karena saya nyagub di Jatim,” kata Ridwan seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL Senin (14/1/2019).
Pemilihan Legislatif 2019, ia memutuskan maju kembali dari Partai Golkar Dapil Jawa Timur V dengan nomor urut 01.
“Saya ini caleg yang akan datang, sudah kelima kalinya. Saya sudah di Senayan sejak Pemilu 1997,” ujarnya.
Misinya melanjutkan apa yang sudah ditorehkannya semenjak awal terjun dunia politik.
Ridwan mengulas balik perjuangan Golkar keluar dari citra Orde Baru setelah kejatuhan pemerintahan Soeharto.
“Sejak reformasi, puncaknya ketika DPD Golkar Jatim saat itu kantor-kantor Golkar dibakar di mana-mana dan waktu itu saya ketua Golkar provinsi, ketumnya waktu itu Bang Akbar Tanjung,” kisahnya.
Ketika itu banyak pakar memprediksi Golkar hanya di kisaran 40 persen dan tidak akan menang Pemilu.
“Zaman Orba 1997, Pemilu 1999 mencapai 55 persen, Alhamdulillah ternyata tidak terbukti. Karena Golkar begitu cepat melakukan perubahan, melakukan reformasi malah memimpin reformasi,” ujar Ridwan.
Dengan konsep dan paradigma baru itulah, lanjut Ridwan, Golkar bisa keluar dari lubang jarum yang dikatakan hanya peroleh 2,5 persen tapi menempati urutan kedua.
“Dan puncaknya lagi Golkar malah menjadi pemenang Pemilu lagi pada 2004,” sambungnya.
Hingga akhirnya seperti sekarang Partai Golkar bisa menyesuaikan diri seiring dengan perkembangan zaman, tak lagi ‘disusui’ pemerintah.
Lebih lanjut, Ridwan mengingatkan instruksi Ketumnya, Airlangga Hartarto untuk 91 kader atas nama DPP maju mencalonkan diri di pemilihan anggota DPR periode 2019-2024.
“Jadi, dari 91 caleg diberikan prioritas untuk mencalonkan kembali,” kata Ridwan. (rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.