MAKASSAR | duta.co – Ribuan orang mengantar kepergian  Istri Ustad Maulana, Nuraliyah M. Nur Maulana, yang meninggal dunia setelah terkena kanker usus yang menggerogoti tubuhnya Senin 21 Januari 2019.  Setelah disalati, jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Satando, Makassar, pukul 13.00 WITA menuju ke pemakaman Bungaejaya di Jalan Tinumbu, Makassar.
Kepergian jenazah diiringi isak tangis keluarga, termasuk keempat anak dari Ustad Maulana. Maulana dengan balutan koko putih tampak tegar melihat jenazah istrinya berada dalam keranda yang kemudian dibawa ke pemakamam.
Sekitar pukul 13.30 WITA, jenazah sampai ke pemakaman. Para pentakziyah  tampak bergerak  berbondong-bondong ingin membantu mengangkat keranda jenazah. Hal ini membuat situasi di pemakaman penuh sesak.

“Istri Ustad Maulana orang baik. Jadi banyak yang merasa kehilangan.  Mereka semua mengantar Beliau ke sini. Saya juga kasihan anaknya masih kecil- kecil,” kata Rani  di lokasi pemakaman.

Meski hujan  turun tapi warga tetap bertahan mengikuti prosesi pemakaman hingga selesai. Pemakaman diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran sebelum jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat.  Suasana haru tampak dari semua wajah keluarga dan warga yang mengikuti pemakaman.

Istri Ustad Maulana meninggal akibat kanker usus. Kanker ini telah menjalar hampir di seluruh organ dalam tubuhnya.

“Ternyata diprediksi dia sudah ada kanker sejak 7 tahun lalu,” kata Maulana.

Kanker usus ini, kata Maulana menggerogoti bagian anus istrinya. Hal ini yang menyebabkan istrinya sulit untuk mengeluarkan kotoran. Dokter kala itu menyarankan untuk dibuatkan saluran pembuangan di wilayah pinggang. Namun saran itu ditolak oleh istrinya sendiri.

“Alasannya karena anak-anak. Alasannya nanti anak-anaknya mau loncat ke dia tidak bisa lagi,” terangnya.

Maulana pun telah mencoba beberapa cara penyembuhan termasuk melakukan pengobatan alternatif atau pengobatan herbal. Sayangnya, penyakit yang diderita istrinya tak kunjung sembuh.

Hingga pada Sabtu (19/1) malam kemarin, almarhumah meminta agar dimasukkan ke rumah sakit. Permintaan ini pun langsung disanggupi oleh Maulana.

“Apalagi selama ini dia hanya banyak minum air putih. Kalau di rumah sakit dia diinfus dan ada makanan yang masuk ke dia. Di rumah sakit, dokter bilang kankernya sudah menjalar ke hati dan paru-paru. Di paru-paru banyak cairan dan ternyata ini yang membuatnya kesulitan untuk bernafas,” sambungnya.

Sebelum meninggal dunia, banyak cerita indah yang ditinggalkan oleh istri ustad Maulana. Tak pernah menyulitkan justru banyak kebaikan yang dilakukan oleh almarhumah.
Oki Setiana Dewi menuliskan cerita yang dituturkan oleh Ustad Maulana tentang istrinya. Seluruh harta yang selama ini dia berikan untuk sang istri semuanya dipakai untuk membangun masjid dan sekolah gratis.
Sebelum wafat, banyak kebaikan yang dilakukan Ummi. Seluruh harta yang Ustadz berikan untuk Ummi ternyata diserahkan seluruhnya untuk membangun masjid dan sekolah gratis bagi orang tak mampu,” tulis Oki Setiana Dewi dalam Instagramnya Senin (21/1/2019).
“November 2018, Ummi meminta izin pada Ustadz dalam kondisi yang mengidap penyakit tersebut untuk umrah sekaligus juga mengumrohkan 40 orang secara gratis,” lanjutnya.

Karena kebaikanmua, saat wafat, banyak pelayat berbondong-bondong mendatangi rumah duka. Hampir semua pelayat mengakui pernah ditolong oleh almarhumah.

Bahkan saat Ustad Maulana sampai di rumah, tenda sudah terpasang rapi. Tak sepeserpun sang ustad mengeluarkan biaya di rumah sakit. (ara/dt)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.