Kartu tani (FT/Kementan)

BANGKALAN | duta.co – Karena lama tidak digunakan, sebanyak 7.341 kartu tani milik petani di Kabupaten Bangkalan rusak. “Kartu tani ini rusak karena lama tidak digunakan oleh pemiliknya,” ujar Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Bangkalan, Ir Puguh Santoso melalui Kabid Sarana dan penyuluhan Mohammad Ismail, Senin (14/9).

Dikatakan dia, ribuan kartu tani yang rusak tersebut akan diperbaiki lagi agar bisa dipergunakan oleh pemiliknya. “Ribuan kartu tani yang rusak ini masih diperbaiki, agar nanti bisa dipergunakan pemiliknya,” jelas Ismail sapaan akrabnya.

Dijelaskan Ismail, program kartu tani ini diluncurkan oleh pemerintah sejak tahun 2017 dan program ini disosialisasikan sejak tahun 2018. “Manfaat dari kartu tani sangat banyak, di antaranya untuk penebusan pupuk bersubsidi,” terangnya.

Jika petani tidak memiliki kartu tani, kata Ismail, maka petani tersebut tidak bisa menebus pupuk bersubsidi dari pemerintah. “Petani tidak. Bisa menembus kalau tidak menggunakan kartu tani. Makanya kelompok tani harus betul-betul valid dalam mendata petani sesuai dengan kebutuhan pupuk untuk lahannya,” tuturnya.

Saat ini, imbuh Ismail, jumlah petani di Kabupaten Bangkalan yang terdata dan memiliki rencana definitif kebutuhan kelompok (RDDK)  67.200 petani. Sementara jumlah kartu tani yang sudah terdata di Bank BNI sebanyak 15.549 kartu tani. “Kartu yang sudah jadi sebanyak 22.820 kartu tani dan kartu tani yang siap pakai sebanyak 15.549 kartu tani,” katanya.

Ia berharap agar petani yang belum mengajukan pembuatan kartu tani segera mengajukan melalui PPL di kecamatan. (min)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry