MALANG | duta.co -Agar para mahasiswa bisa lulus tepat waktu, Universitas Islam Malang (UNISMA) membuat kebijakan baru baru diterapkan mahasiswa angkatan 2017/2018 yakni dengan melakukan restrukturisasi kurikulum lama.

Kurikulum lama Unisma mewajibkan  mahasiswa menempuh lebih dari 150 SKS untuk bisa diberi gelar sarjana. Namun sekarang mahasiswa hanya diwajibkan menempuh minimal 144 SKS sesuai dengan arahan Kemenristekdikti.

“Kami restrukturisasi  kurikulum agar semakin cepat para mahasiswa ini bisa lulus dan semakin efisien waktu,” kata Prof. Dr. Junaedi.

Disisi lain Junaedi  menambahkan bahwa kampus ini juga memberikan kesempatan bagi para lulusannya untuk bekerja dan mengabdi pada almamater. Sudah banyak mahasiswa Unisma yang menjadi tenaga pendidik maupun sedang melakukan studi lanjut gratis dengan ikatan kerja.

“Kalau mahasiswa pasca kan jelas bisa langsung jadi dosen. Kalau S1 ya kami sekolahkan dengan ikatan kerja. Minimal ikatan lima tahun, tapi kebanyakan ya lebih dari 5 tahun mereka betah mengabdi disini.” Jelas Junaedi.

Kebijakan Unisma dengan melakukan restrukturisasi kurikulum disambut positif mahasiswa. Salah satunya Elok Zakiyyatu S, mahasiswa terbaik dari Pendidikan Kedokteran Unisma yang tidak hanya meraih IPK memuaskan juga lulus tepat waktu.  Banyak hal berharga didapatkan selama menjadi mahasiswa kedokteran meskipun jadwal yang dimilikinya sangat padat.

“Saya jadi lebih bisa memanusiakan manusia karena banyak hal yang saya lihat di rumah sakit selama ini. Toleransi juga jadi lebih tinggi dan paling penting juga bisa menjaga pola hidup sehat sejak muda karena tidak ingin sakit parah di hari tua,”  terang mahasiswa asal Jember yang akan segera diwisuda ini.

Sama halnya dengan Hainona, mahasiswi asal Madura ini senang sekali menghabiskan waktunya untuk kegiatan kampus dan pendidikannya.  Hainona sangat aktif dalam organisasi kampus dan juga sempat menjadi tutor bahasa lokal Madura untuk turis asing. Baginya tuntutan untuk lulus tepat waktu bukan perkara yang sulit meskipun kesibukan menjadi mahasiswa sangat tinggi.

“Ya saya setiap hari ada agenda, kalaupun kosong saya akan ikut seminar dan sebagainya. Jadi saya punya schedule mingguan sampai harian, setiap hari harus sesuai schedule. Jadi kegiatan organisasi dan belajar bisa jalan beriringan semuanya,” papar mahasiswi yang juga sempat menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa ini. (dah)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry