Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto dispit Prof Madyan (kiri) dan Prof Nasih (kanan) meresmikan tujuh gedung Unair, Kamis (25/9/2025). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co –  Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto berharap di masa mendatang akan muncul industri berbasis temuan universitas.

Hal itu dikatakan Prof Brian saat meresmikan tujuh gedung baru Universitas Airlangga (Unair) di Gedung Rektorat Kampus C, Kamis (25/9/2025).

Dikatakan Prof Brian, saat ini negara sedang ingin menaikkan pendapatan perkapita rakyatnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan banyak pertumbuhan lainnya.

“Semuanya itu bisa terwujud kalau ilmu pengetahuan dan teknologi bisa menginspirasi munculnya industri baru itu. Dan kampus sebagai tempat berkumpul orang-orang pintar, orang-orsng hebat, tentu menjadi sumber inspirasi, menjadi harapan banyak orang untuk  bisa mewujudkan tujuan negara ini,” jelasnya.

Prof Brian juga berharap para dosen bisa lebih aktif lagi ‘keluar’. Di mana riset dan temuan yang dilakukannya bisa linier dengan kebutuhan industri. “Kalau di luar negeri, setiap pusat pertumbuhan industri  dunia selalu ada perguruan tinggi di belakangnya. Perguruan tinggi harus menjadi think thank-nya kebangkitan ekonomi,” jelasnya.

Prof Brian menyadari untuk melakukan dan mewujudkan hal itu tidak mudah. Namun jika bukan kampus, maka tidak akan ada pihak lain yang bisa mengerjakannya.

“Kalau mudah, saya tidak akan titip pada Unair. Karena itu susah, maka saya titip ke Unair. Saya tahu, Unair mampu melakukannya. Saya serahkan ke orang-orang yang  mampu melakukannya,” jelasnya.

Prof Brian berharap, nantinya kampus bisa menjadi lokomotif bangkitnya ekonomi di Indonesia. Semua kampus bisa masuk ke segmen yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

“Bisa melalui pertanian, kesehatan, teknologi dan sebagainya. Kalau Unair selama ini kuat di bidang kesehatan, maka kerjakanlah. Ini sangat dinantikan 300 juta penduduk Indonesia. Mereka income perkapitanya masih 5.700 USD per tahun, sementara Malaysia sudah 12 ribu USD, Singapura 80 ribu USD,” tuturnya.

Peresmian Tujuh Gedung

Prof Brian juga megapresiasi Unair yang bisa membangun gedung dari biaya sendiri tanpa membebani APBN. Tujuh dari 20 gedung yang diresmikan Prof Brian itu, empat berada di Kampus C dan tiga di Kampus B. “Ini perlu dicontoh kampus lain. Dari upaya sendiri bisa menghasilkan fasilitas yang luar biasa,” ujarnya.

Rektor Unair, Prof M. Madyan menjelaskan gedung-gedung yang dibangun selama 10 tahun kepemimpinan Prof Mohammad Nasih itu merupakan. Investasi nyata, wujud komitmen Unair untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Juga menciptakan lingkungan kampus yang kondusif. “Menjadi  universitas kelas dunia
kami memantaskan diri  untuk bisa mewakili Indonesia di kancah dunia,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih menjelaskan, gedung-gedung yang dibangun itu merupakan hasil efisiensi, dan penggunaan anggaran yang tepat untuk semua bidang di Unair. “Kami tidak hanya bisa membangun fisik namun juga bisa memberikan kesejahteraan pada semua karyawan,” tukas Prof Nasih. lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry