JEMBATAN : Wali Kota Kediri Bersama undangan melepas ratusan burung merpati (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Usai dilakukan uji coba mulai 24 Desember tahun lalu, Jembatan Brawijaya Kota Kediri diresmikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Senin (18/03/2018).

Peresmian ini begitu istimewa karena bertepatan dengan 150 tahun berdirinya Jembatan Brug Over Den Brantas Te Kediri atau biasa dikenal Jembatan Lama yang berada di sisi selatan Jembatan Brawijaya.

Wali Kota Kediri mengatakan peresmian Jembatan Brawijaya ini juga bertepatan dengan penetapan Jembatan Brug Over Den Brantas Te Kediri sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Kota.

“Alhamdulillah pada tanggal 18 Maret kita meresmikan Jembatan Brawijaya dan menetapkan Jembatan Lama menjadi cagar budaya supaya kita semua bisa melestarikannya hingga anak cucu kita nantinya bisa melihat bangunan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, wali kota akrab disapa Mas Abu tersebut menyampaikan kepada berbagai pihak yang telah membantu hingga Jembatan Brawijaya bisa diselesaikan. Seperti diketahui, Jembatan Brawijaya ini sempat berhenti pembangunannya dan membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaiannya.

“Empat setengah tahun lalu saya menyurati Bapak Presiden Republik Indonesia untuk memohon ijin melanjutkan proyek Jembatan Brawijaya yang telah lama berhenti. Namun ternyata membutuhkan proses panjang juga dan saya dibantu oleh Bapak Pramono Anung yang juga asli Kediri. Saya disuruh kirim surat tiga kali dan kemudian dirapatkan di Kementrian hingga akhirnya pembangunan Jembatan Brawijaya ini bisa dilanjutkan kembali,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Kediri ini menyampaikan bahwa dengan beroperasinya Jembatan Brawijaya sangat membantu masyarakat karena dapat mengurangi cost bahan bakar. Sebelumnya masyarakat harus berputar kurang lebih empat kilometer setiap harinya. Apalagi Kota Kediri adalah kota perdagangan dimana banyak orang berlalu lalang dan membutuhkan lalu lintas yang simple dan tidak macet.

“Saya hanya meneruskan saja memang ini bukan di kepemimpinan saya. Tapi saya dan Ibu Wakil Wali Kota Kediri punya komitmen untuk meneruskan proyek-proyek yang belum selesai hingga berdampak positif pada masyarakat. Jembatan ini kita buka tanggal 24 Desember dan kami biarkan dulu untuk evaluasi lalu lintas. Saat dibuka masyarakat sangat senang bahkan ada beberapa yang berhenti untuk selfie ,” pungkasnya.

Mas Abu berharap Jembatan Brawijaya ini akan membantu mengurai kemacetan yang ada di Kota Kediri. Apalagi akan adanya international airport dan exit tol di Kota Kediri.

“Jembatan ini bisa membantu mengurai kemacetan meskipun masih kurang. Saya berharap perencanaan di kota Kediri dan eks-Karisidenan Kediri bisa bersambut sehingga bisa mengurangi dampak kemacetan dengan adanya airport dan exit tol, ” harapnya.

Usai memberikan sambutan, Walikota Kediri didampingi oleh Forkopimda Kota Kediri menandatangani prasasti dan dimeriahkan 150 penari kolosal membawakan tarian Suko-Suko di atas Jembatan Lama. Hadir dalam acara ini perwakilan Kejaksaan Agung, Witono, perwakilan Sekretariat Kabinet Mikasari Muthmainah dan Ririn Ermawati, perwakilan BPKP pusat Dewa Putu, Forkopimda Kota Kediri, Kepala KPWBI Kediri Musni Hardi, Kepala OJK Kediri Bambang Supriyanto, dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.