PERESMIAN : Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN, Zuryati Simbolon didampingi Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia, Panji W Ruky dan Direktur Utama (Dirut) PG, Dwi Satriyo Annurogo meresmikan Digital Learning Centre PG (much shopii/duta.co)

GRESIK| duta.co – PT Petrokimia Gresik (PG), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia memberikan  bukti nyata dari 5 strategi yang sudah ditetapkan dari Kementerian BUMN. Yakni, kepemimpin teknologi. Yakni, mengelobarasi dan meningkatkan kinerja korporasi melalui pemanfaatkan teknologi dan digitalisasi 4.0.

Hal tersebut dikatakan Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN, Zuryati Simbolon didampingi Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia, Panji W Ruky dan Direktur Utama (Dirut) PG, Dwi Satriyo Annurogo setelah meresmikan Digital Learning Centre PG, Selasa (14/09) kemarin.

“Kita sangat apresisasi. Ini salah satu bukti nyata dari lima strategi yang ditetapkan dari Bapak Menteri BUMN. Yakni kepemimpinan teknologi. Jadi, bagaimana kita mengelobarasi dan meningkatkan kinerja kita melalui teknologi dan digitalisasi 4.0,”ungkap Zuryati Simbolon.

Pihaknya merasa bangga karena Digital Learning Centre merupakan hasil karya dari karyawan PG sendiri. Khususnya, anak-anak muda milenial di perusahaan pupuk terlengkap se-ASEAN itu.

Sementara itu, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, Digital Learning Center yang diresmikan tersebut setelah pengembangan yang membutuhkan waktu untuk menerapkan Revolusi Industri 4.0 dengan menghilangkan kesenjangan pemanfaatan teknologi dan kesenjangan pengetahuan dan keahlian karyawan, khususnya karyawan baru maupun senior yang disebabkan keterlambatan proses regenerasi.

“Sehingga, kami mengadapotasi dengan yang teknologi baru. Dimana kami,  bagaimana percepatan pelatihan dari karyawan dan calon karyawan. Dan kami melakukan refreshing dan menjaga kompetensi karyawan,”tandas dia.

Dalam Digital Learning Center ada modul untuk materi yang dapat dipelajari. Selain itu, membawa virtual reality (VR) sebelum melakukan praktek langsung di pabrik.

“Kami mengalihkan pabrik secara tiga dimensi. Sehingga karyawan maupun calon karyawan bisa melakukan aktivitas secara virtual sama dengan kondisi riil di pabrik. Kami juga simulasi perbaikan untuk pabrik,”tandas dia.

Dengan demikian, calon karyawan sudah mengetahui kondisi riil meskipun secara virtual. Selain itu,  Digital Learning Center juga bertujuan menjaga kompetensi karyawan ketika ada teknologi baru.

Digital Learning Center bukan semata untuk karyawan PG maupun calon karyawan. Termasuk, mahasiswa yang membutuhkan tugas akhir juga bisa memanfaatkan untuk magang. Termasuk, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Seperti ada permohonan dari lembaga pendidikannya.

Digital Learning Center memperkuat posisi PT Petrokimia Gresik yang dipercaya Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian untuk melakukan pilot project penguatan pendidikan vokasi di bidang pertanian. Keberadaan program tersebut membuat kegiatan magang siswa dan mahasiswa masih dapat berlangsung di masa pandemi. Peserta magang dapat memahami proses produksi di PT Petrokimia Gresik walaupun dari rumah sebelum datang secara langsung ke perusahaan. Sudah ribuan yang memanfaatkan Digital Learning Center itu. Pii

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry