Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisawarno saat ditemui wartawan duta.co di sela peresmian SLB-B Negeri Karya Mulia Surabaya, Senin (5/1/2026).

‎SURABAYA | duta.co – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisawarno, menyoroti rendahnya hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa di Jawa Timur pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.
‎
‎Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jawa Timur menempati peringkat kelima secara nasional. Dalam data tersebut, nilai rata-rata TKA mata pelajaran matematika tercatat sebesar 36,77 dan bahasa Inggris 25,35, sementara bahasa Indonesia mencapai rata-rata 56,98.
‎
‎Menanggapi kondisi tersebut, Sri Untari sapaan akrabnya menilai rendahnya capaian TKA tidak terlepas dari persoalan fokus belajar siswa serta pola pendampingan guru di sekolah.
‎
‎Penilaian itu, kata dia, didasarkan pada hasil sampling yang dilakukannya saat turun ke sejumlah daerah pemilihan (dapil), di mana kemampuan numerasi dasar siswa masih tergolong lemah.
‎
‎“Saya sampling ke sekolah-sekolah. Perkalian sederhana saja masih lama mikirnya,” ujarnya, Selasa (6/1/25).
‎
‎Sri Untari menambahkan, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, salah satunya berkaitan dengan kesabaran dan ketelatenan pendidik dalam mengajarkan konsep dasar kepada siswa.
‎
‎“Sekarang itu caranya banyak, di buku ada, di YouTube ada. Tapi kesabaran pendidik juga penting,” imbuh politisi asal PDI Perjuangan itu.
‎
‎Selain faktor pendidik, ia juga menyoroti rendahnya tingkat fokus siswa dalam proses pembelajaran. Menurutnya, rata-rata konsentrasi siswa hanya mampu bertahan kurang dari 10 menit sebelum terdistraksi oleh hal lain.
‎
‎“Padahal matematika dan IPA itu butuh konsentrasi. Tidak bisa dihafal, tapi harus dipahami,” katanya legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Malang Raya.
‎
‎Ia menilai, penggunaan telepon genggam di ruang kelas menjadi salah satu penyebab utama menurunnya fokus belajar siswa. Karena itu, Sri Untari mengusulkan adanya pembatasan penggunaan ponsel selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
‎
‎“HP sebaiknya tidak dipakai di dalam kelas. Bisa dititipkan di depan kelas, nanti saat istirahat baru diambil,” ujarnya.
‎
‎Sebagai solusi lainnya, Sri Untari mendorong sekolah untuk melatih fokus siswa sejak dini. Salah satu caranya, dengan membiasakan siswa untuk tenang dan diam sejenak sebelum pembelajaran dimulai.
‎
‎“Fokus itu bisa dilatih. Diam beberapa saat saja sudah mengajarkan konsentrasi,” katanya. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry