FT/Ilustrasi

BOJONEGORO | duta.co – Tradisi keliling membangunkan sahur membawa petaka, hal itu dialami oleh pemuda warga Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Kini kasusnya tengah ditangani oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Kapas.

Kapolsek Kapas, AKP Mulyono mengatakan, awal mula diketahui pembacokan tersebut yakni dari laporan orang tua korban ke Polsek Kapas sekitar pukul 13.30 Wib.

“Sampai saat ini kita masih menggali keterangan dari semua saksi dan mengumpulkan bukti-bukti,” ucapnya, Rabu (6/4/2022).

Mulyono melanjutkan, sampai saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap korban, FRA (18) karena masih berada di UGD RSUD R Sosodoro Djatikoesoemo.

“Kami menunggu keterangan dari korban yang saat ini masih di rumah sakit,” lanjutnya.

Ia mengatakan, untuk luka juga belum bisa dipastikan karena hasil visum belum keluar.

“Untuk sementara dapat kami laporkan korban luka di kaki,” pungkasnya. (abr)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry